Karawang-Zonadinamika.com.Praktisi hukum asal Subang, Aneng Winengsih SH, MH Alumni Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang, Mengomentari soal meninggalnya 6 Pemuda Rengasdengklok yang diduga akibat miras oplosan, Selasa (19/02/19)

Menurutnya, Penjual Miras dapat dijerat Undang Undang (UU) Pangan Nomor 18 Tahun 2012, selain itu, juga dapat dijerat dengan Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 204.

Dijelaskannya, saat dihubungi via handphon Seluler, bahwa pedagang jamu yang nyambi jual minuman keras (miras) dapat di jerat dengan Undang Undang Pangan dan KUHP dikarenakan akibat miras yang dijualnya mengakibatkan pembelinya atau konsumen dirugikan bahkan dapat menyebabkan kematian.

“Kalau saya melihat dari KUHP Pasal 204, pasal ini dapat menjerat para penjual miras, apa lagi miras tersebut miras oplosan yang dapat menyebabkan kematian dampak miras oplosan yang diperdagangkannya” Kata Aneng, Selasa (19/02/19).

Pasal 204 ayat (1):

Barangsiapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 204 ayat (2):

Kalau ada orang mati lantaran perbuatan itu si tersalah dihukum penjara seumur hidup atau dipenjara sementara selama – lamanya dua puluh tahun.

Aneng pun menjelaskan, bila merujuk ke UU 18/2012 tentang Pangan terkandung sanksi pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar. Sementara perda yang berjalan selama ini hukuman badannya sebatas hitungan bulan.

“dengan di jerat dua undang undang ni atau junto sebagai efek jera bagi pedangan miras oplosan dan kedepannya tidak ada lagi lorban miras hingga meninggal dunia” pungkasnya. (Wasim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here