AGAM SUMBAR zonadinimika.com.Permasalahan kolompok tani Cv Karya Agung kian mengkristal dam telah memasuki masa persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Basung.

Konflik berawal dari di pindah tangankan pengelolaan kebun dari Pt Ide muda pratama pada Cv Karya Agung. Sebelumnya Pt Ide Muda Pratama Hendra firnandy pada tanggal 6 februari 1996 telah membuat kepakatan perjanjian dengan penguasa tanah ulayat suku Koto Bustami Dt Kayo,yang saat ini dipegang oleh Happy Warta putra. Selama 3 tiga tahun untuk melaksanakan perjanjian, jika selama 3 tahun tersebut tidak melaksanakan perjanjian,maka perjanjian batal dendgan sendirinya.

Pada tahun 2008 tanpa sepengetahuan Dt kayo dan para anggota kaumnya,Pt Ide muda pratama mengalihkan pengelolaan tanah ulayat pada Cv Karya Agung yang di pimpin oleh inisial Sy.

Saat Sy mengolola perkebunan tersebut Sy memainkan perannya untuk mendapatkan uang dengan cara membujuk beberapa anggota kelompok membuka rekening di Bank pembangunan daerah di Lubuk Basung.

Namun yang terjadi anggota kelompok kaget setelah anggota kelompok di tagih oleh pihak bank, bahwa terjadi kredit macet.Padahal anggota Kaum Dt kayo tidak pernah menikmatinya.

Perbuatan tersebut terbukti di persidangan anggota kaum Bustami Dt Kayo di bujuk oleh Sy dan Dodi datang ke Bpd adalah menanda tangani berkas mengajukan kredit yang berjumlah sekitar Rp 1,4 Milyar lebih.

Kondisi tersebut membuat anggota kaum datuk Kayo merasa di tipu oleh Sy dan Dodi,Penipuan Sy di laporkan ke Polres Agam tertanggal 18 Februari 2017 yang laporan pengaduan tersebut diterima oleh Bripka Ridwan.

Saat ini kasus tersebut dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Basung. Hal ini disampaikan oleh Anggota Kaum Dt Kayo yang merasa di tipu di Sitanang beberapa waktu lalu.

Erix Sepria SH Penasehat hukum dari kaum Datuk kayo Membenarkan adanya perkara antara beberapa anggota kaum Dt Kayo dengan ketua kelompok tani Cv Karya Agung inisial Sy, kondisi saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Basung 30/1 2019.

Saat berita diturunkan di konfirmasikan pada Sy oleh tim wartawan.Sy membatah telah menipu anggota kaum datuk Kayo, karena untuk menandatangani berkas di di bank telah di lakukan musyawarah terlebih dahulu.

Sy juga menyampaikan tuntutannya di pengadilan kembalikan uang saya, diluar uang bank. Silakan ambil dan kelola kebun tersebut. 10/2/2019.

Sementara itu ketua Dpw Lsm Garuda Nadional Sumatera Barat Bj rahmad angkat bicara dan memgatakan akan tetap megikuti proses persidangan di pengadilan negeri Lubuk Basung. Dan minta mohon pada mejelis hakim untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya. Sehingga masyakat tau kebenaran kedua belah pihak.tegas Bj Rahmad. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here