Banyak Kasus Tidak di Proses, Kapolri Diminta Copot Kapolres AKBP Marselis Sarimin Karong

0
420

JAKARTA – Zonadinamika.com. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian diminta agar segera memerintahkan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera mencopot Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin Karong dari jabatannya.

Pasalnya, banyak kasus pidana yang dilaporkan ke Polres Mangggarai namun pengusutan lambat. Selain itu, kasus yang seharusnya tindak pidana berat namun dijadikan Polres Manggarai menjadi tindak pidana ringan. “Tindakan penyidik Polri seperti itu patut diduga pimpinannya sudah disogok atau imbalan lain dari terduga pelaku kajahatan. Oleh karena itu, saya minta Kapolri agar segera copot Kapolres Manggarai,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, kepada SP, Senin (26/6) malam.

Petrus mengatakan seperti itu ketika diminta komentarnya terkait kasus percobaan pembunuhan oleh Yeremias Leta terhadap Feronika Jeramu (Roni) dan Kons Hati, warga Kedutul, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, di depan rumah mereka, Senin (15/5), yang oleh Polres Manggarai menggolongkannya sebagai tindak pidana ringan (ringan).

“Beberapa hari lalu saya menerima surat dari pihak Polres Manggarai yang isinya kasus yang menimpa saya dan istri akan naik ke pengadilan namun kasusnya tertulis dengan jelas dalam surat yang saya terima sebagai kasus tindak pidana ringan (tipiring). Itu berarti Yeremias Leta yang berusaha membunuh kami akan dijatuhi hukuman percobaan. Kami kecewa dengan kinerja Kapolres Manggarai dan jajarannya,” kata Kons Hati kepada SP.

Petrus menegaskan, percobaan pembunuhan, apalagi dengan menggunakan senjata tajam seperti parang sebagaimana dilakukan Yeremias Leta sudah masuk dalam tindak pidana berat. “Dari awal pengusutan kasus ini saya menduga Kapolresnya sudah disuap terduga pelaku. Bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri seharusnya segera menindak pejabat Polri seperti ini,” tegas Petrus.

Polres Manggarai sebenarnya kalau serius dan profesional menangani kasus ini Yeremias Leta minimal dijerat dengan dua undang-undang (uu). Pertama, Pasal 336 ayat (1) KUHP yang berbunyi,”Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, barangsiapa mengancam dengan kekerasan terhadap orang atau barang secara terang-terangan dengan tenaga bersama; dengan suatu kejahatan yang menimbulkan bahaya umum bagi keamanan orang atau barang; dengan perkosaan atau perbuatan yang melanggar kehormatan kesusilaan; dengan suatu kejahatan terhadap nyawa; dengan penganiayaan berat atau dengan pembakaran”.

Kedua, Yeremias Leta juga bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 tentang Tindakan-Tindakan Sementara untuk Menyelenggarakan Kesatuan Susunan Kekuasaan dan Acara Pengadilan-Pengadilan Sipil, terkait dengan sebilah parang yang digunakannya, yang sampai saat ini disita polisi, dimana ancamannya maksimal 12 tahun penjara.

Sebagaimana diberitakan, Yeremias Leta berusaha membunuh Kons dan Roni, di depan rumah mereka, Senin (15/5) . Usaha pembunuhan itu digagalkan oleh sejumlah orang yang merupakan tetangga Kons dan Roni.(B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here