20 Negara Tolak Keberadaan HTI

0
279

JAKARTAZonadinamika.com.  Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan negara yang menolak kehadiran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bukan baru Indonesia. Sudah ada 20 negara di dunia ini yang menolaknya. Termasuk negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

“Tidak hanya di Indonesia tapi sudah 20 negara. Negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim juga telah menolak seperti Turki, Yordania, Malaysia. Ditolak karena mengancam nation state atau kedaulatan bangsa,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Kementerian Polhukam, Jakarta, Jumat (12/5).

Ia menjelaskan saat pemerintah masih terus bekerja untuk persiapan langkah hukum dalam pembubaran HTI. Pembubaran tidak serta-merta dan tiba-tiba tetapi setelah melalui pengawasan, kajian dan masukan dari berbagai masyarakat.

“Kalau dibiarkan akan semakin meluas. Di sisi lain, penolakan terus meningkat. Ini berbahaya. Maka kita harus tegas,” ujar Wiranto.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat teruatam para elit politik dan tokoh agama agar memahami langkah pemerintah. Apa yang dilakukan bukan karena tidak suka dengan Ormas Islam tetapi ingin menjaga bangsa ini tetap berdiri berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Ini masalah bangsa, masalah kelangsungan kehidupan berbangsa. Pemerintahan Jokowi berkepentingan menjaga ini. Saya selaku Pembina politik, harus menjalankan tanggung jawab ini,” tutup Wiranto.

Dia mengaku sejak menjadi Pangdam telah menghadiri acara HTI. Dia hadir karena sebagai pejabat publik dan diundang oleh HTI. Namun kehadirannya bukan berarti setuju kehadiran HTI. Kehadiran untuk melihat apa yang diinginkan, seperti apa gerakannya dan bagaimana perjuangannya. Ternyata perjuangannya ingin mendirikan negara Islam yang lintas negara. Maka tujuan seperti itu sudah tidak sesuai dengan perjuangan bangsa ini.

“Ternyata tidak sejalan dengan NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Maka kita harus tegas untuk ambil sikap,” tutup Wiranto. (B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here