Ratusan Warga Tamansari Karawang Kepung Hakim PTUN Jabar

0
309

KARAWANG-Zonadinamika.com.Sidang pemeriksaan setempat atau sidang lahan tambang pabrik semen, PT. Mas Putih Beliung, menuai inssident kecil dimana ratusan warga Tamansari, Kabupaten Karawang mengepung Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Barat

Sidang di tempat yang dipimpin majelis hakim Dewi Asimah yang berlangsung di lokasi tambang Desa Tamansari itu ialah sidang lanjutan atas gugatan tata usaha negara PT Mas Putih Belitung dengan Pemkab Karawang terkait permohonan izin eksploitasi, Senin, 08 Mei 2107.

Proses sidang di tempat itu berjalan lancar dengan pengawalan pihak kepolisian setempat. Namun suasana di lokasi cukup panas, karena ratusan warga sudah menunggu kedatangan majelis hakim.
Di sekitar lokasi lahan penambangan banyak terpasang spanduk yang isinya tertulis mendukung pertambangan legal dan industri di kawasan karet Pangkalan serta menolak PT Mas Putih Belitung.

Rombongan majelis hakim yang dikawal aparat kepolisian sempat usai melakukan sidang dihadang oleh massa yang menggunakan ikat kepala bertuliskan “Relawan Pertambangan Desa Tamansari”.

Udin Syarifudin, Kepala Desa Tamansari yang merupakan koordinator massa, mengira kehadiran majelim hakim PTUN itu untuk menutup kegiatan pertambangan rakyat, sehingga mereka dengan penuh emosi mendatangi hakim.

Ketua Majelis Hakim, Dewi Asimah Ketua Majelis Hakim meredakan suasana massa dengan  menjelaskan kepada warga kalau kehadiran mereka bukan untuk menutup pertambangan, namun sedang menjalankan proses sidang terkait gugatan PT Mas Putih Belitung terhadap Pemkab Karawang.

“Kita tidak dalam rangka menutup pertambangan. Kehadiran kami di sini untuk melihat langsung area penambangan yang menjadi obyek gugatan oleh tergugat. Di sini juga ada pihak tergugat dari pemerintah ikut hadir menyaksikan langsung,” jelas Dewi.

Meski sempat terjadi kericuhan usai sidang di tempat, tapi itu tidak berlangsung lama, karena pihak kepolisian langsung mengatasi warga sempat memanas.  Rombongan majelis hakim PTUN Jabar akhirnya bisa pulang dengan pengawalan polisi. ( Ryaska )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here