Korupsi Asian Games, Polda Metro Jangan Tebang Pilih

0
304

JAKARTA-Zonadinamika.com. Bendahara Komite Olahraga Indonesia (KOI) Anjas Rivai meminta Polda Metro Jaya jangan tebang pilih dalam penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana Sosialisasi Asian Games 2018. Hal itu dikarenakan ada tokoh lain yang lebih bertanggung namun belum tersentuh hingga saat ini.

Kuasa hukum Anjas, Alamsyah Hanafiah mengungkapkan dari berkas-berkas yang telah dikumpulkannya saat ini, tuduhan terhadap kliennya kurang tepat. Secara pelaksanaan Anjas bukanlah pihak yang memberikan persetujuan dalam hal pengeluaran uang, melainkan hanya bertugas untuk mencatat pembukuan atau bukti kas saja. Rekannya, Dody Iswandi telah lebih awal ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

“Kami punya berkas-berkas lengkap, bahkan sesuai dengan berkas cek pencairan. Berdasarkan dokumen resmi menunjukkan bahwa persetujuan keluarnya dana itu ditandatangani oleh dua pengurus utama, yaitu Wakil Ketua Umum KOI Muddai Madang dan Sekjen KOI, Dody Iswandi, termasuk urusan pembayaran ke vendor. Alasannya untuk dana yang mencapai nominal di atas Rp 200 juta, harus kedua pengurus itu,” jelasnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pihaknya menilai Anjas tercatat bukanlah pihak yang secara langsung terlibat dalam proses aliran keuangan dana sosialisasi Asean Games, karena bukan sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, bukan juga panitia pengadaan, panitia penerimaan, pejabat pembuat komitmen, kuasa pengguna anggaran, bahkan Anjas bukan pihak yang menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak.

“Oleh karena itu kami menggugat Polda Metro Jaya dengan lakukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (20/1) yang lalu. Saya melihat ada kejanggalan. Penetapan tersangka saudara Anjas tidak sah secara hukum karena tidak berdasarkan dua alat bukti yang cukup, apalagi kami telah kumpulkan bukti-bukti secara lengkap. Untuk itu, sidang kedua Senin (23/1) agendanya adalah mendengar jawaban dari pihak Polda,” kata Alamsyah.

Anggaran dana sosialisasi Asian Games 2018 sebesar Rp 61,3 miliar yang dikucurkan Kempora tertanggal 16 Desember 2015 diterima oleh Muddai sebagai panitia penyelenggara Asian Games, sementara pejabat pembuat komitmen (PPK) diwakili Suryati sebagai kepala Bagian Organisasi, Tata Laksana, dan Kerja Sama Antarlembaga pada Biro Perencanaan dan Organisasi, Sekretariat Kempora. Keduanya menandatangani kerja sama fakta integritas.

Alamsyah juga mengatakan, penunjukan vendor dan pengajuan anggaran karnaval di lima kota dilakukan Muddai Madang. “Klien kami hanya melaksanakan. Anggaran sosialisasi karnaval yang buat Muddai. Begitu juga dengan nama-nama vendor-nya,” tutup Alamsyah. (B1)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here