PMKRI Laporkan Ketum FPI ke Polisi Dalam Dugaan Penistaan Agama Kristiani

0
314

JAKARTAZonadinamika.com. Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Angelo Wake Kako melaporkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab ke kepolisian. Angelo melaporkan Rizieq berdasarkan video ceramahnya yang dinilai menyinggung umat Kristiani.

“Hari ini, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, melaporkan tiga terlapor. Pertama saudara Habib Rizieq Syihab terkait dengan dugaan penistaan agama khususnya terhadap umat kristiani,” kata Angelo, Senin (26/12).

Dikatakannya, Rizieq diduga melakukan penistaan agama pada saat ceramah di daerah Pondok Kelapa, 25 Desember 2016 kemarin.

“Menyikapi temuan orasi Rizieq Shihab, dalam video berdurasi 0,21 detik di media sosial seperti Twitter dan Instagram, di mana menurut kami telah melecehkan umat Kristiani, maka PP PMKRI melaporkan saudara Rizieq Shihab atas dugaan penistaan agama,” ujar Angelo saat dikonfirmasi, Senin (26/12).

Angelo mengatakan, video tersebut telah tersebar luas di Twitter dan Instagram. PMKRI, kata dia, akan melaporkan Rizieq siang ini ke Polda Metro Jaya.

“Kami siang ini akan segera melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya,” ungkap dia.

Angelo menegaskan bahwa setiap pihak atau kelompok masyarakat yang hidup di Indonesia harus saling menghargai, tidak boleh saling menghina atau menyinggung kelompok lain.

“Kalau ada orang yang menghina atau menyinggung kelompok lain harus diproses secara hukum. Tidak boleh dibiarkan dan hukum harus ditegakkan,” pungkas Angelo.

Ia menyampaikan, PMKRI merasa terhina dan tersakiti atas ucapan Habib Rizieq. “Kami merasa terhina, merasa tersakiti, dengan ucapan ungkapan kebencian yang disampaikan oleh saudara Habib Rizieq Syihab ini. Dan ini, sebenarnya mencerminkan terkait dengan tidak adanya toleransi terhadap keberagaman yang ada di Indonesia yang selama ini dipupuk oleh para leluhur dan juga kita sampai saat ini,” katanya.

Ia menegaskan, Indonesia dibangun atas dasar keberagaman dan perbedaan, sehingga warga negara wajib menghargai perbedaan itu.

“Kami sudah laporkan ke Polda Metro Jaya untuk kemudian ditindaklanjuti terkait dengan dugaan penistaan agama oleh saudara Habib Rizieq ini,” jelasnya.

Angelo menegaskan, pihaknya akan memantau proses hukum laporan yang telah dibuatnya. Karena selama ini terkesan polisi lamban menangani kasus terkait Rizieq.

“Kami bersama dengan teman-teman gerakan akan terus membangun kekuatan, konsolidasi untuk mengawal. Siapa pun tidak ada yang kebal hukum di negara ini, Habib Rizieq sekalipun harus dipanggil,” tegasnya.

Ia menyampaikan, sebelum membuat laporan pihaknya juga sudah memikirkan apa dampaknya. Namun Indonesia adalah negara hukum, sehingga biarkan hukum berjalan.

“Ini negara hukum, siap pun dia harus berhadapan dengan hukum atas tindakan apapun yang dilakukannya,” terangnya.

Selain Rizieq, Angelo juga melaporkan pemilik akun instagram Ahmad Fauzi dan akun twitter @sayareya.

“Barang bukti video semua sudah kami serahkan ke polisi. Kita tidak akan melakukan demo besar-besaran. Pada prinsipnya, kami akan pantau kepolisian karena hari ini bola sudah di tangan polisi. Harapan kami, polisi cepat memproses tanpa ada tekanan dari kelompok mana pun,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkonsolidasi dengan alumni PP PMKRI untuk membentuk tim pengacara. “Yang sudah ada tadi terkonfirmasi 25 orang. Nanti akan berkembang,” tandasnya.

Angelo dan kawan-kawan melaporkan Rizieq dengan nomor laporan polisi LP/6344/XII/2016, terkait dugaan penistaan agama melalui media elektronik atau diduga melanggar Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

PP PMKRI, menegaskan laporan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Rizieq Syihab, bukan untuk mengalihkan isu kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Tidak ada urusan. Kita tidak tahu. PMKRI independen, tidak ada hubungan. Ini murni kita temukan di sosial media dan kita merasa tersakiti,” ujar Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako, Senin (26/12).

Menyoal ada rencana Front Pembela Islam (FPI) akan lapor balik, Angelo menyampaikan, itu merupakan urusan lain.

“Semua orang berhak ya (melaporkan). Kita ini berhak, soal proses hukum kita semua siap,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya melaporkan Rizieq karena sudah menimbulkan keresahan.

“Konsen kami hari ini hanya melaporkan terkait dengan dugaan penistaan agama yang menurut kami umat kristiani dirugikan,” ungkapnya. (B1)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here