Sahata Harianja Vs Refi: Penegakan Hukum Karawang di Lemahkan Pemilik Uang

0
772

KARAWANG-Zonadinamika.com. Sidang perdana kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh Sahata Harianja dan Franciscus Sitinjak terhadap Refi kini mulai di gelar, dengan no perkara 485/PIDB/2016/PN.KWG.

Ditunjuk sebagai hakim ketua adalah Tomi Manik,SH, dan anggotanya Darmantan Alexander,SH,M.Hum Moh Ismail Gunawan,SH,sementara panitra pengganti adalah Andri Herminta,SH.dan Jaksa Penutut Umum Y Wisnu Atmiko,SH. Sidang perdana digelar 15 Nopember di Pengadilan Negeri Karawang,dengan pembacaan dakwan.

tersangka yang dijerat pasal 170 KUHP terhadap Sahata Harianja dan Franciscus Sitinjak, sesuai laporan oleh Refi di Polres Karawang bernomor STTL/967/V/2016/JABAR/Res.Krw tertanggal 07 Mei 2016. Dengan ancaman 5 tahun.

Kedua tersangka masih lolos dari tahanan badan, bedah dengan kasus atas laporan tersangka (Sahata Harianja-red) pada Refi yang dituduhkan melakukan penggelapan uang sebesar Rp.8 juta, kala itu Repi langsung di jebloskan ke sel tahanan, dan kini Repi sudah menjalani hukuman dan bebas.

Giliran Sahata Harianja dan Franciscus sebagai tersangka yang melakukan pengeroyokan pada Repi, namun aneh, hinng sidang sudah berjalan, kedua tersangka masih lolos dari tahanan badan.

Patut diduga, sejumlah oknum penegak hukum yang menangani perkara ini berhasil di gembosin oleh uang sang Renteni (Sahata Harinja-red) sehingga drinya tidak di tahan dengan alasan jaminan dari pengacara.

Kronologis kejadian, tepat tanggal 04 Mei 2016 jam 23.0 Wib, terjadi pengeroyokan yang dilakukan Harianja di yang merupakan majikan pelapor di koperasi Harian Jaya, pelapor mengaku Dalam laporan tersebut, bahwa dirinya di pukul beberapa kali oleh terlapor dengan tangan kosong, sehingga korban mengalami luka-luka dan bibir bangian dalam ,serta bangian dagu luka memar juga bagian kepala serta bagian pinggang.

Usai melampisakan keganasan,oleh terlapor membawa korban ke kantor polisi Polsek Kota Baru, dengan tujuan agar korban diproses secara hukum dengan tuduhan perjudian.

Laporan tersebut ditolak oleh petugas Polsek Kota Baru, tiba—tiba terlapor kembali melakukan kekerasan terhadap korban di dalam kantor Polsek Kota baru dengan menendang korban dibagian muka dan mengakibatkan korban mengeluarkan darah segar dari hidung.

Tidak sampai disitu,terlapor kembali membawa korban ke TKP dan kemudian korban dimasukan kedalam salah satu kamar dan di sekap hingga hari jumat tertanggal 06 Mei 2016 jam 23.30 Wib. pelapor berhasil di lepas dari sekapan terlapor, karena istri korban/pelapor datang ke TKP bersama Kapolsek Kota Baru.

LSM GSMB (Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu) peduli pada korban (Repi) yang mendapatkan ketidakadilan, LSM di bawah komanda Marjun selaku Ketua Umum turut mengawal kasus ini,sidang perdana Marjun menurunkan sejumlah anggotanya untuk mengawal sidang.

Kuatnya dugaan sang rentenir(Sahata H-red) menggembosin penegak hukum, terlihat dari perjalan kasus ini, sebab berkas kasus ini cukup lema mengendap di Polres Karawang, ditambah lagi dengan adanya pertemuan Wisnu selaku JPU dengan tersangka di dua tempat,Sumarecon dan restoran alam sari kawasan BIC tanggal 20/09/2016 berkisar jam 10 sampai jam 12 siang yang disaksikan langsung oleh wartawan zonadinamika.com.

GSMB pun akan melakukan pengintaian terus dalam proses sidang demi tegaknya dukum bagi orang miskin, jangan mentan-mentang Sahata Harianja banyak uang dari hasil rentenir, seenaknya melakukan keji terhadap Repi yang tidak berdaya. Dan biarkan penegak hukum memakan uang haram itu, suatu saat oknum penegak hukum itu akan kena batunya, apalagi kami mendapat bocoran,dalam BAB ada yang di hilangkan, bahwa penyekapan itu katanya di hilangkan oleh penyidik, maka perlu kita kawal tegas Marjun di lingkungan PN Karawang. (Da2ng)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here