LSM GSMB Kunjungi Polres Karawang Dalam Kasus Repi Tumanggor Vs Sahata Harianja

0
1150

KARAWANG-Zonadinamika.com. Tadi siang 17/10 LSM GSMB kembali melakukan investigasi dalam pengembangan serta pemantauan akan perkembangan kasus 170 KUHP pada korban Repi Tumanggor, pemantauan atas kasus yang dilaporkan pada LSM GSMB tertanggal 10 Oktober 2016 oleh korban Repi Tumanggor,kita mendapatkan keterangan dari polres berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Marjun selaku ketua umum Gerakan Solidaritas Masyarakt Bersatu bertekat akan melakukan peninjauan akan perkembagan terhadap kasus ini dengan tujuan agar pihak penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani perkara,sebab di mata hukum,orang kaya dan miskin sama harus mendapatkan keadilan dalam setiap perkara.

Apalagi dalam kasus ini kami mengendus, pihak terlapor (Sahata Harianja-red) berusaha melakukan bujuk rayu pada penegak hukum melalui rekanya yang menjadi makelar kasus agar dirinya (terlapor) tidak di lanjut ke pengadilan,

Seraya menyayangkan pihak penegak hukum yang terkesan main-main dalam kasus yang sudah di laporkan oleh korban sejak  07 Mei dengan bernomor STTL/967/V/2016/JABAR/Res.Krw dan di jerat pasal 170 KUHP penganiayaan/pengeroyokan yang dilakukan Fransciscus bersama Sahata Harianja

Jadi kita sangat prihatinan atas penderitaan yang di alami oleh Repi Tumanggor dari perbuatan sadis oleh pengusaha koperasi simpan pinjam tersebut,membuat GSMB akan berupaya melakukan penegakan hukum demi tegaknya keadilan pada keluarga Repi Tumanggor.

Setelah sebelumnya kita melakukan kunjungan pada Sahata Harinja,dan hari ini kita Kepolisian Karawang dan selanjutnya kita juga akan kunjungi kejaksaan, untuk menanyakan,kenapa kasus Repi Tumanggor sangat lambat prosesnya, ada apa dengan terlapor pada pihak penegak hukum, apakah pihak penegak hukum di karawang sudah tersusupi oleh terlapor? Ini akan kita dalami dulu, tegas Marjun.

Sebab kata Marjun, dalam laporan  bernomor STTL/967/V/2016/JABAR/Res.Krw tertanggal 07 Mei 2016 dan di jerat pasal 170 KUHP dan ancaman hukuman 5 sampai 9 tahun, seharusnya pihak penyidik menahan terlapor,namun kita tidak tahu apa yang terjadi,kenapa terlapor tidak dilakukan penahan terhadap terlapor.

Sebelumnya, Charles siburian kanit reskrim polres Karawang pada zonadinamika.com mengaku sangat heran, dan tidak di sangka bahwa kasus ini menjadi besar, dan dirinya mengaku sangat menyesal kenapa tidak melakukan penahanan dari awal.

“Saya juga heran dan tidak saya sangka kasus ini menjadi membesar begini, dan saya juga jadi menyesal tidak menahan Sahata Harianja, dan saya juga menyayangkan pihak kejaksaan yang saat ini belum menentukan sikap tentang berkas tersebut, dan sudah hampir satu bulan berkas tersebut kami limpahkan ke kejaksaan, dan seharusnya kejaksaan memberikan informasi, seandainya belum bisa P21 dan ada kekurangan ya dikembalikan biar kami lengkapi kekurangan itu dan di tahan-tahan begitu” terang Charles.

Lebih konyol lagi pengakuan Kasi Intel Kejaksaan Karawang, Yadi Cahyani, beberapa waktu pada Zonadinamika.com didampingi jaksa Wisnu dirinya mengaku belum perna melihat berkas tersebut walaupun sudah hampir satu bulan di limpahkan dan berjanji akan mempelajari dulu.

“Saya belum liat berkasnya,dan nanti akan saya cek dan selanjutnya akan kami buat keterangan pers bilan berkasnya sudah selesai dan kasus ini saya juga akan koordinasi denga bapak kajari” ujar Yadi.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here