Kejari Bidik Korupsi BOPF Disdikpora Karawang

0
604

KARAWANG-Zonadinamika.com. Aroma bauh korupsi di lingkungan pendidikan Karawang semakin mengkristal, bahkan pihak kejaksaan negeri Karawang sudah mulai bekerja untuk melakukan penyelidikan.

Indikasi koruspsi yang di duga melibatkan langsung Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( DISDIKPORA) Kabupaten Karawang, Dadan sugardan dengan cara diam diam sedang berurusan dengan kejaksaan Negeri ( KEJARI).

Bahkan untuk memberikan keterangan pada para penegak hukum, Kabarnya tersebar, Dadan kerap kali menghindar dari panggilan, seakan tidak bersedia memberikan keterangan terkait dugaan kasus  korupsi Dana Bantuan Operasi Pendidikan dan Fasilitas (BOPF) itu.

Dan yang diperuntuhkan  untuk sekolah Diniyah Takmiliyah, Aliyah ( DTA) mencapai  sebesar Rp.9 miliar tahun anggaran 2014-2015 namun sayang, Kabarnya Disdikpora. Dadan sugardan tidak Koperaktif  dan selalu mangkir dari panggilan Pihak Kejari Karawang.

“ Kita memang memanggil dua orang pejabat disdik untuk meminta keterangan terkait penyaluran dana BOPF. Keterangan dari pejabat Disdik ini diperlukan karena kegiatan BOPF ini merupakan program yang dilaksanakan Disdikpora belum memenuhi panggilan  kita dan pasti akan kita panggil kembali nanti,ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang Titin Herawati Utara kepada Online Zona dinamika pada hari kamis mengatakan, Pejabat Disdikpora yang sudah memenuhi panggilan penyidikan kejaksaan, tapi hanya Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas ) Cecep Mulyawan , sedangkan Dadan Sugardan masih mangkir dari panggilan kejari dengan alasan yang tidak jelas, ujarnya

Titin mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari sejumlah pihak yang dimintai keterangan menyebutkan program BOPF merupakan program Disdikpora, Mekanisme anggaran BOPF untuk sekolah DTA ini disalurkan melalui bagian kesra di lingkungan Setda Karawang, kemudian di kantor kementerian agama karawang, khususnya penyaluran BOPF untuk sekolah DTA memang diserahkan dana kepada Kementerian Agama, sedangkan untuk sekolah madrasah dan negeri dikelolah oleh Disdikpora karawang

“Kegiatan BOPF itu program Disdikpora, jadi kami perlu meminta keterangan Dari pejabat yang mengetahui program ini, seraya berharap agar para pejabat yang mengetahui program di Disdikpora bisa koperaktif dengan kami hingga pemeriksaan  pejabat dilingkungan Kementerian Agama ( Kemenag  ) Kabupaten Karawang dan pejabat di bagian kesra, sebanyak 10.orang sudah menjalani pemeriksaan, Penyidik kejaksaan masih akan terus melakukan pemanggilan terhadap pihak yang mengetahui persis mengenai dana BOPF ini

BOPF bersumber dari anggaran APBD karawang tahun 2014 dan 2015 yang mencapai Rp 9 miliar ini ditangani kejaksaan karena diduga tidak dianggsurkan sebagai mestinya hingga penerima bantuan tidak mendapatkan bantuan sebagai mestinya.

Dietaskan, Modus operandi yang dilakukan yaitu dengan cara memotong bantuan tersebut sebesar 15% dari bantuan yang diterima setiap siswa dta “sebenarnya yang dilaporkan itu dana bopf tahun anggaran 2014. Namun setelah kita periksa ternyata tahun 2015 juga bermasalah. Bisa saja kasus ini berkembang lebih dalam lagi tergantung hasil pemeriksaan nanti,” katanya.

Sayang, hingga berita ini di turunkan belum ada pejabat disdikpora  karawang yang berhasil dikonfirmasi wartawan. Menyusul ruangan kasubag keuangan’dibobol maling dengan kerugian mencapai rp 73 juta. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here