Kasus Illegal Logging,Perhutani Kabupaten Pemalang Cari Aman

0
582

PEMALANG-Zonadinamika.com. Peliknya masalah siapa yang salah dan siapa yang benar,kemungkinan besar ini hanya perpanjangan waktu dan di duga kuat pihak Perhutani Kabupaten Pemalang berusaha keras menghilangkan jejak para pelaku.Entah,untuk apa pihak Perhutani Kabupaten Pemalang yang di duga sengaja menutupi oknum dari sorotan publik dan kejaran awak media,yang telah melakukan dugaan illegal logging di pertengahan tahun 2015 silam.

 
Adanya data dan laporan mengenai kayu jati sebanyak sekitar 3 kubik,yang di duga telah di curi dan dijual dengan cara memalsukan pula SKAU (Surat Keterangan Asal Usul) kayu jati tersebut.Semakin menguatkan,adanya illegal logging yang telah terjadi di wilayah hutan jati Kabupaten Pemalang.  “Saya sama sekali tidak pernah merasa menandatangani dan memberikan stempel,terkait surat tentang kayu jati yang menurut surat tersebut berasal dari wilayah Desa Sambeng”.Papar Slamet selaku kepala desa,memberikan keterangan panjang lebar kepada wartawan.

 
Masih menurut pengakuan Slamet,bahwa dirinya pernah mendapat panggilan Polres Pemalang terkait adanya dugaan Illegal Logging tersebut.Selaku kepala Desa Sambeng,dirinya tidak akan pernah mau mengakui adanya SKAU yang memang tidak pernah dibuatnya.

 
Ada dugaan,mengarah pada dua oknum Perhutani Pemalang.Ironisnya,ketika pihak Perhutani dikonfirmasi terkait Illegal Logging dan pemalsuan SKAU,mereka terkesan menyembunyikan anggotanya.”Maaf,saya tidak berani menjawab secara detail terkait masalah tersebut,takut salah,itu wewenang Divre Jateng di Semarang,karena mereka berdua sudah di pindah kesana”.Ungkap Rukman Supriyatna,S.Hut.M.Mpar selaku ADM KKPH Pemalang,melalui,MT.Mansyur sebagai Kabag Humas.

 
Namun demikian,kasus ini menjadi semakin mencurigakan,kedua oknum SH dan SP,telah dipindah tugaskan pasca semakin menguat dan mencuatnya  kasus Illegal Logging kepermukaan.Lebih anehnya,ketika wartawan berusaha meminta dengan sopan,terkait data atau surat resmi mutasi dari Perhutani Pemalang ke Divre (Divisi Regional) Jawa Tengah di Semarang,MT.Mansyur menolaknya dengan halus pula.

Apakah hal ini,tidak terkesan mengadu domba (lempar batu sembunyi tangan) kepada pihak divre Perhutani di Semarang.Atau,hanya sebagai kambing hitam untuk menguatkan alibi pihak perhutani Pemalang.Apakah,ada kemungkinan dugaan kedua belah pihak saling mendukung dan bekerjasama cari aman,untuk mengelabui dan menutupi  sorotan publik. (SatriyoAdie)