Boy Siregar : “Laporkan Segera Pada Polisi Bila Debt Collector Melanggar Hukum”

0
708

MEDAN-Zonadinamika.com. Di samping memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, setiap anggota Polri memiliki tugas pokok penegakan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Selaku alat Negara dalam melaksanakan fungsinya Kepolisian dibantu oleh masyarakat dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan stake holder (pemangku kepentingan) terkait kata Ketua DPP LSM STRATEGI M. Yusuf Siregar tokoh pemuda yang akrab disapa Boy Siregar (Foto) menyikapi kebijakan Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat kota Medan dari ulah oknum Debt Collector (penagih hutang) yang suka merampas kenderaan milik masyarakat di jalan bahkan dimana saja,

“Ketegasan Bapak Kapolresta kita ini perlu diapresiasi,” ucap Boy Siregar di hadapan Ketua Komisariat Kecamatan (KOMCAT) Medan Amplas Andrianto Nasution didampingi Sekretaris Eriyanto Panjaitan, Wakil Ketua Suparlik beserta sejumlah pengurus saat memantau salah satu Posko Peduli Pendidikan LSM STRATEGI yang juga kantor Sekretariat Komcat Medan Amplas berlokasi di Jl. Panglima Denai/Jl. Seser 3 No. 48 depan terminal terpadu Amplas Medan.

Sebelumnya Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz menegaskan kepada perusahaan-perusahaan leasing untuk tidak semena-mena terhadap nasabahnya dengan memakai jasa Debt Collector (DC), pihaknya (polisi-red) melakukan gerak cepat menangkap selanjutnya memproses secara hukum jaringan DC bila kedapatan menarik secara paksa kenderaan roda dua maupun roda empat milik masyarakat, meski dengan dalih telat membayar angsuran. Menarik kenderaan dengan cara merampas tidak ada aturannya, apalagi mengambil paksa menggunakan jasa debt collector tentunya sangat tidak benar dan dianggap sebagai perbuatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Debt collector merupakan pihak ketiga (eksternal) yang diperbantukan perusahaan leasing menagih hutang nasabah yang telat membayar kredit (tunggakan) menurut Boy Siregar boleh-boleh saja asal tidak mengesampingkan azas moral dalam suatu profesi (debt collector-red) dengan mentaati/mengikuti regulasi atau peraturan, juga norma yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat sebaiknya dijadikan pedoman untuk bersikap, berprilaku dan bertindak.

Boy Siregar mengimbau setiap kader di semua Dewan Pimpinan Kab/Kota (DPK) LSM STRATEGI Se –Sumut khususnya DPK Medan beserta unsur KOMCATnya, Lembaga/Badan Binaan Sosial, Profesi maupun Fungsional, Satuan Kerja dan seluruh komponen LSM STRATEGI di Kota Medan memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas penegakan hukum Kapolresta Medan untuk melindungi masyarakat nasabah dari sepak terjang oknum DC yang dipekerjakan perusahaan leasing.

“Laporkan segera pada polisi bila debt collector melanggar hukum,” tegas Boy sekaligus meminta Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto terus mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat guna menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum maupun bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.(Abdurrahman Sinaga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here