Kajari Karawang Mana Nyalimu Bongkar Dugaan Gratifikasi Summarecon

0
507

KARAWANG, Zonadinamika.com- Ada indikasi bahwa pihak kejaksaan negeri karawang tidak punya nyali alias banci dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran besar di lingkungan hukum Karawang.

Menyusul sejak barang bukti yang di setorkan oleh para aktifis, hingga saat ini belum ada tanda-tanda titik terang, diproses tidaknya dugaan gratifikasi tersebut antara pengusaha dengan oknum wakil rakyat.

Walaupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang sudah mengantongi dua kasus besar untuk ukuran masyarakat Karawang Saat ini. Pertama kasus dugaan korupsi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kedua kasus gratifikasi Summarecon yang melibatkan anggota dewan yang terhormat.

Namun hingga saat ini, pihak kejaksaan belum menunjukkan kemampuanya untuk mampu tidaknya membongkar kasus tersebut, sebab bukan saja, masyarakat yang berharap tetapi dari kalangan anggota dewan itu sendiri mengharapkan kasus tersebut dituntaskan oleh Kejari.

Dugaan gratifikasi summarecon yang diduga melibatkan sejumlak oknum wakil ini, sala seoarang anggota Komisi A DPRD Karawang, H. Timan Sukirman, bahkan mendorong supaya kasus dugaan gratifikasi DPRD dan PT Summarecon segera dituntaskan.

Karena menurutnya, tuduhan gratifikasi telah melibatkan semua anggota DPRD, padahal tidak semua anggota DPRD menerima kucuran uang dari perusahaan properti itu, tegasnya.

“Baguslah kalau kejaksaan sudah menangani kasus ini, karena semua harus dibuktikan,” kata Timan,

Gratifikasi dalam perizinan dan telah menuduh Komisi A bermain soal izin. Padahal, Komisi A tidak punya kewenangan soal ini. Meski leading sectornya Komisi A, tetapi segala perizinannya dilakukan eksekutif, yaitu Pemkab Karawang.

“Kasus ini menganggap yang bermainnya komisi A, padahal saya secara pribadi dan kelembagaan Komisi A tidak pernah tahu akan hal itu, meski ada yang bermain hanya individunya,” jelas Timan.

Dia menjelaskan, tugas anggota DPRD mengawasi jalan kinerja eksekutif bukan mengawasi perusahaan, sebab perusahaan sudah masuk ranah eksekutif. “Jika ini sudah naik ke kejaksaan, agar bisa diselesaikan sampai tuntas dan bisa terbukti,

Untuk di ketahui, Senin (6/6) lalu, perwakilan masyarakat memberikan kepingan CD rekaman yang disinyalir isinya mengenai persekongkolan aliran duit dari Summarecon.

Dalam rekaman disinyalir pembicaraan terkait gratifikasi perusahaan perumahan PT Summarecon kepada oknum DPRD Kabupaten Karawang. “Dalam satu keeping CD ini, sebagai bagian rekaman adanya dugaan gratifikasi dari pihak PT Summarecon ke beberapa anggota DPRD Karawang.

Ini saya lakukan sebagai jawaban atas saran dari Kasi Pidsus (Titin Herawati, red) yang akan mengusut apabila masyarakat menyampaikan dan mempunyai bukti-bukti awal.

Dan rekaman ini adalah bagian bukti awal,” tandas Sekjen LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi al Panji. Dia didampingi pengurus Gerakan Rakyat Pemantau Korupsi (GRPK), Abenk.

Menurut kedua aktifis tersebut, dalam rekaman tersebut, terdapat nama-nama yang cukup jelas mempunyai peran terhadap adanya aliran gratifikasi PT Summarecon ke DPRD. “Nama-nama tersebut cukup kuat untuk dimintai keterangan lanjutan oleh pihak Kejari Karawang,” pungkasnya.

Abenk pun menambahkan rekaman berdurasi 25 menit tersebut bisa menjadi bahan awal oleh Kejari untuk meminta keterangan kepada sejumlah anggota DPRD yang disebut dalam rekaman tersebut.

Seraya berharap pihak Kejari Karawang lebih proaktif untuk memintai keterangan agar dugaan gratifikasi tersebut terungkap,” pintanya.

Mencuat ke public, Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto berang bahkan membantah bahwa dirinya dan sejumlah anggota DPRD tidak menerima aliran dana dari PT Sumarecon kaitan soal perizinan atau pembebasan lahan yang saat ini sedang dikerjakan PT. Sumarecon.

“Itu cuma isu saja yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggung jawab. Coba buktikan kalau memang kita menerima uang tersebut terus apa keperluannya memberikan uang ke DPRD. Kita ini tidak punya kewenangan soal perizinan terkait proyek Sumarecon,” kata Toto Suripto. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here