10 PNS Bengkulu Terancam Dipecat Karena Korupsi

0
451

BENGKULU- Zonadinamika.com. Sebanyak 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu, terancam dipecat karena tersandung kasus korupsi. Keterangan yang dihimpun wartawan di Bengkulu, Kamis (21/7).

Menyebutkan, ke 10 PNS itu, antara lain bertugas di Kelurahan Talang Rimbo Baru terkait korupsi anggaran Panwascam Curup Timur tahun 2010, mantan Kabag Pemerintahan Pemda Lebong terkait dugaan korupsi ganti rugi pengadaan lahan.

Sedangkan PNS Dinas Pendidikan (Dispendik), ada enam tersangka dalam kasus berbeda, yakni satu orang terlibat korupsi anggaran keuangan, dan lima menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan alat peraga di Dispendik Rejang Lebong.

Dari lima PNS itu, satu baru saja memasuki usia pensiun. Dugaan korupsi alat peraga di Dispendik tersebut, juga melibatkan PNS dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) satu orang, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) satu orang.

Saat ini, 10 PNS tersebut masih menunggu keputusan hukum tetap. Sesuai ketentuan, jika mereka dihukum di atas satu tahun penjara, maka terancam diberhentikan.

Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terkait 10 PNS bermasalah tersebut sambil menunggu keputusan hukum tetap. “Mereka untuk saat ini diberhentikan sementara sebagai PNS. Itu dilakukan dalam rangka menjaga asas praduga tak bersalah, serta untuk memperlancar proses hukum yang mereka jalan tersebut,” ujarnya.

Hijazi mengatakan, jika statusnya masih tersangka, akan diberhentikan sementara. Namun setelah ada keputusan hukum tetap, akan diberhentikan secara permanen dari PNS.

Sebaliknya jika mereka dinyatakan tidak bersalah, akan pulihkan statusnya dan mengembalikan hak-haknya sebagai PNS sesuai ketentuan BKN Pusat. “Jadi, meski mereka divonis hanya satu bulan, tapi terbukti bersalah, maka PNS bersangkutan bisa diproses untuk dipecat secara permanen dari PNS,” ujarnya. (BS/SP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here