Keluarga Simbolon Tuntut Keadilan Akibat Korban Kearoganan Oknum Polisi

0
1371

GUNUNGSITOLI – NIAS, Zonadinamika.com. Insiden penembakan terhadap Darma Bakti Simbolon alias Ade (29) yang merupakan korban salah tangkap dari oknum Polisi yang bertugas di Satuan Res Narkoba Polres Nias,dengan secara arogan menuding bahwa Ade sebagai pengedar narkoba jenis ganja, Jumat (1/7) Kemarin, Kini harus meninggalkan sisa pilu kepada keluarga Simbolon khususnya orang tua kandung.

Nur Amin Br. Pasaribu (55 Tahun) ibunda korban, tidak menyangka anaknya akan mengalami insiden demikian yang menurutnya dijadikan sebagai tumbal untuk ditangkap. Akibatnya, Simbolon saat ini harus menderita sakit di kedua kakinya atas ulah dari seorang oknum Polisi Berinisial Bripka DZ.

“Padahal tidak ada barang bukti sama anakku, Trus kenapa pulak ditangkapnya anakku oknum Polisi itu.”. Ucapnya kepada wartawan, saat ditemui dirumahnya, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Lingkungan 3, Kota Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara. Senin ( 04/7/2016).

Nur Amin berharap ada keadilan dan kesembuhan total terhadap anaknya, Mengingat kondisi ekonomi dan Anaknya Simbolon yang merupakan salah satu tulang punggung keluarga.

“Harus bagaimana lagi aku melihat kondisi anak itu, Kasihan kali aku. Entah bagaimana lah dia bisa pulih kembali dengan dua kakinya yang kaki kiri kena tembak yang kaki kanan udah patah waktu penangkapan itu. Kami orang susah, entah bagaimana anakku itu bisa pulih sedia kala dengan kedua kakinya.”. Katanya dengan nada sedih sembari menitikkan air mata dihadapan wartawan.

Ditanya soal pengaduan atas tindakan oknum Polisi tersebut, Nur Amin Br. Pasaribu (55) membenarkan bahwa dia telah membuat pengaduan ke Mapolres Nias dengan Nomor : STPLP/202/VII/2016/NS, Tanggal 02 Juli 2016, dengan tuduhan “Melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain dan atau Penganiayaan. “ , Sebagai Terlapor : Dedi Zalukhu (32 Tahun) Anggota Polres Nias, Sumatera Utara.

Pakar Hukum Pidana yang juga sekaligus menjabat sebagai Direktur Pidana Eksus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Viktor Simanjuntak, ketika dimintai pendapatnya terkait insiden tersebut menyesalkan ulah oknum anggota Polisi yang menurut dia telah melanggar SOP dan tidak berdasarkan pada KUHAP.

“Tindakan Oknum Polisi yang menggunakan senpi (senjata api) dengan peluru tajam sesuai SOP adalah dalam keadaan membahayakan keselamatan petugas, Tentunya didahului dengan tembakan peringatan.”. Ujarnya ketika ditanya melalui pesan singkat jejaring sosial.

Pantauan Wartawan. Zonadinamika.com, Hingga saat ini Darma Bakti Simbolon alias Ade (29) masih dirawat di RSU Gunungsitoli. Menurut informasi medis dokter bahwa yang bersangkutan terancam cacat disalah satu kakinya. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Pihak Kepolisian khususnya Satuan Narkoba Polres Nias. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here