RSU Swasta Bethesda Diduga Serobot Tanah

0
539

GUNUNGSITOLI, Zonadinamika.com. Buntut dari Laporan LBH Gempita atas dugaan Penyalahgunaan Kewenangan/Jabatan serta pemalsuan isi putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang dilakukan oleh oknum Jurusita an. Venus J. Mendrofa terhadap Berita Acara Eksekusi nomor : 02/Eks.Pdt/2014/PN.Gst Jo putusan 22 , usut punya usut diduga adanya keterkaitkan terhadap penyerobotan tanah yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Swasta Bethesda di Gunungsitoli.

Dari hasil pemantauan tim awak media tanah yang dimaksud adalah tanah miliki Rahmaniar dengan luas 782m2 yang terletak di Km3 kalimbungo yang dikenal dengan nama Jl. Diponegoro Desa Sifalaete Tabaloho Kota Gunungsitoli, lebih tepatnya berbatasan dengan apotik bethesda.

Menurut informasi yang beredar ditengah masyarakat setempat bahwa tanah tersebut telah dikuasai oleh RSU Swasta Bethesda yang juga milik salah seorang petinggi DPRD Kota Gunungsitoli dan Petinggi salah satu partai di Kota Gunungsitoili, hal ini terjadi pasca adanya eksekusi tanah pada tanggal 04 Maret, namun yang anehnya objek eksekusi tersebut adalah berada di sebelah utara RSU Bethesda dan sebelah selatan yang dulu lebih dikenal usaha Aldo, namun yang anehnya tanah yang tidak ada kaitannya dengan objek eksekusi dipasangkan plank eksekusi. Hal ini diungkapkan kepada tim awak media oleh salah seorang warga masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya dan juga termasuk saudara dari ahli waris tanah (15/06/16).

Ditambahkan olehnya kami juga merasa heran koq bisa-bisanya pihak RSU Swasta Bethesda menguasai tanah itu, padahal sepengetahuan kami tanah itu tidak masuk dalam Putusan di Pengadilan, dan yang menjadi pertanyaan dari mana pihak Bethesda mendapat persetujuan untuk membangun bagunannya dan menggunakan sebagai lahan parkir terhadap tanah/lahan itu karena yang kami ketahui tanah itu adalah tanah warisan milik alm. Fatoro Harefa yang istrinya Rahmaniar.

Kemudian oleh Rahmaniar melalui kuasa hukumnya sewaktu dimintai tanggapan akan hal ini (16/06/16)mengatakan jika tindakan ini jelas telah merugikan kita atau klien kita,dimana tidak dapat memanfaatkan tanah yang sudah dikuasai oleh orang yang tidak dikenal,oleh karenanya kita juga sedang memikirkan upaya-upaya hukum lainnya, kita hanya berharap kepada orang yang sudah menempati tanah/lahan itu untuk segera menongosongkan, kita sudah ajukan ke PN gunungsitoli untuk sita jaminan objek gugatan koq, kita berharap agar segera disita oleh PN. Gunungsitoli, ketus Firman Harefa.

Ditempat terpisah sewaktu hal ini di konformasi kepada pihak RSU bethesda (19/06/16) pukul 19.30 wib, melalui Marthinus Lase, SH mengatakan bahwa benar adanya tanah yg dimasud telah di eksekusi, dan tanah yg telah dieksekusi tersebut telah kita gunakan sebagai lahan parkir sementara dan bangunan di dalamnya adalah bukan bangunan permanen, jadi kapanpun kita siap bongkar.

Ditambahkan jika keberadaan parkir beserta bangunan ini kita dapatkan izin dari pihak keluarga Liami Telaumbanua alias ina Delima, kemudian mengenai surat perjanjian diantara kami hal tersebut tidak ada karena rasa saling percaya tandas Marthinus Lase.

Kemudian sewaktu hal ini dikonfolirmasi kepada Humas PN. Gunungsitoli M. Sembiring (21/06/16) mengatakan hal telah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Sumatera Utara kita masih menunggu hasil dari PT, soal mengenai amar putusan dan berita acara eksekusi tahun 2014 dan 2015 silahkan di konfirmasi langsung kepada juru sitanya jawab Sembiring mengakhiri. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here