Ahok Guncang Sistem Perpolitikan di Indonesia

0
540

JAKARTA –Zonadinamika.com. Keberanian seorang AHOK sepertinya akan menjadi catatan tinta emas di Negeri ini, berani tampil beda, agaknya itu yang menjadi sebuah tanggapan sejumlah pihak didalam menjalankan roda pemerintahan, walaupun banyak tudingan miring padanya, bahwa Ahok di duga terlibat dalam kasus korupsi.
Suasana perpolitikan DKI menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur DKI, tak sediktinya caci makian mengarah padanya. Rencana mengkroyok Ahok dengan penggemukan partai untuk mendukung calon lawanya, hanya untuk mengusur Ahok dari kursi DKI 1.

Akibat keberanian Ahok inilah membuat tulisan pada koran ternama Amerika Serikat, The New York Times, Minggu (5/6), yang mengatakan sosok Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan orang yang mengguncang sistem perpolitikan Indonesia, yang kebanyakan dikendalikan oleh kaum elite partai.

Menurut sang penulis, independensi politik yang dilakukan Ahok bertujuan untuk memisahkan diri dari partai nasional yang kuat untuk menuju demokrasi Indonesia. Ahok yang sudah menyatakan akan maju dalam pemilihan kepala daerah Jakarta secara independen sudah mengguncang pendirian politik di Tanah Air.

Karenanya, Ahok disebut sebagai sosok political outsider. Julukan itu mencuat sebab latar belakang Ahok sebagai minoritas, yang berasal dari etnis China dan merupakan seorang kristiani dan berani maju sendiri tanpa partai.

Menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak November 2014, Ahok dikatakan cukup cepat menumpas kasus korupsi yang dilakukan pejabat kota. Mantan Bupati Belitung Timur ini disebut oleh koran AS tersebut mengguncang sistem politik nasional yang dikuasai kelompok oligarki.

Periset program Ilmu Indonesia di Institut Studi Asia Tenggara Yusof Ishak di Singapura Charlotte Setijadi mengatakan Ahok sebagai sosok alternatif untuk melawan sistem politik Indonesia saat ini.

“Basuki (Ahok), menggambarkan dirinya sebagai sosok alternatif untuk melawan sistem politik yang sudah memuakkan rakyat Indonesia,” kata dia.
Charlotte menambahkan, keberanian Ahok mengambil jalur independen justru malah akan menolong dia meraup suara saat pilkada nanti.
“Keberaniannya tersebut akan menolong dia meraup suara saat Pilkada DKI,” ujarnya.

Ulasan New York Times ini juga menyebutkan, alasan Ahok memilih jalur independen agar tidak bernasib sama dengan Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi disebut mendapat kesulitan dari partai politik pengusungnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sementara itu, Teman Ahok juga tidak luput dari ulasan New York Times. Kelompok relawan untuk Ahok ini dinilai banyak berkontribusi bagi Ahok untuk menarik suara masyarakat.

Meski Ahok sangat blak-blakan dalam bicara, tulis New York Times, namun dia telah memenangkan banyak hati kaum muda dan kelas menengah ke bawah. Menurut koran ini, golongan masyarakat tersebut terpikat dengan sejumlah kebijakan-kebijakan yang dilakukan Ahok.

Sebagai penutup, surat kabar tersebut mengutip sebuah survei yang menulis, “Hampir dua per tiga warga Jakarta tidak merasa isu SARA akan diangkat pada Pilkada 15 Februari 2017 mendatang.” (Mercom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here