Terkait Laporan Masyarakat Tugala Oyo Kejari Gunungsitoli Bungkam

0
544

Gunungsitoli, Nias.Zonadinamika.com. Mewabahnya kasus korupsi di Negara ini merupakan ancaman serius bagi kemajuan bangsa.
Bagaimana tidak, ketika pemerintah gembor-gembornya melakukan pembangunan dan meluncurkan program-program kesejahteraan rakyat disitu pula berkeliaran tikus-tikus berdasi (pelaku korupsi) mencari keuntungan pribadi. Sehingga program yang dirancang pemerintah tidak berjalan lancar bahkan ada yang putus ditengah jalan.

Namun anehnya, ketika dugaan korupsi tersebut telah dilaporkan masyarakat kepihak penegak hukum, sepertinya diabaikan dan laporan tersebut diibaratkan seperti hembusan angin di tepi pantai yang berlalu begitu saja, menjadi pertanyaan ditengah-tengah masyarakat yang merasa dirugikan, harus dengan apa mereka mendapat keadilan hukum di republik ini?

Inilah yang terjadi di Kejari Gunungsitoli yang diduga mengabaikan laporan masyarakat Tugala Oyo terkait
dugaan mark-up harga barang dan indikasi penyuapan pada Program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Ekonomi (PKKPM-PIE).

Hal ini di ungkapkan Oleh Firaman Gulo yang juga salah satu pelapor masalah tersebut di Kejari Gunungsitoli. “Laporan sudah kita sampaikan sejak tanggal 11 Maret 2016 namun sampai saat ini sedikitpun belum ada tindakan dari pihak penegak Hukum, saya merasa laporan yang telah kita sampaikan diabaikan dan dibiarkan begitu saja oleh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Adapun masalah yang kita laporkan adalah dugaan penggelembungan harga barang, dimana barang-barang yang telah dibelanjakan di Medan jauh lebih membengkak harganya dari pada di Gunungsitoli, belum lagi barang yang di belanjakan itu tidak sesuai dengan kebutuhan/ajuan kelompok penerima manfaat PKKPM-PIE dan indikasi penyuapan yang dibuktikan dengan rekaman dan itu sudah kita serahkan sebagai barang bukti kepada Kejari Gunungsitoli, termasuk kita lampirkan beberapa faktur barang.

“Sekarang kami meminta Kejaksaan Negeri Gunungsitoli agar segera memproses dan menindaklanjuti pengaduan tersebut dalam waktu yang cepat. Karena kalau tidak kami siap bergerak menyuarakan hal, tidak lagi melalui jalur administrasi tapi kami memilih jalur Demonstrasi. Tegasnya.

Ketika MR.Com ingin meminta Konfirmasi kepada Kajari Gunungsitoli dan juga salah satu staf Kejaksaan tersebut lewat via selulernya, alhasilnya wartawan MR.Com hanya mendengarkan Lagu NSP yang begitu merdu dari sambungan telpon tersebut dan hasil akhirnya, tak ada konfirmasi atau klarifikasi dari pihak kejaksaan Gunungsitoli.
(Alvyn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here