Murid SDI Tenubot, Kabupaten BELU, Provinsi NTT, Dipukul Guru, Hingga Masuk UGD

0
1486

ATAMBUA-Zonadinamika.com, Putra Dosi Abadi Sola, Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Inpres Tenubot berbaring lemas tak berdaya di Ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua, akibat dianiaya oleh Gurunya atas nama Joachim Lopez tepat pukul 12.00 siang di ruang kelasnya saat mengikuti Pelajaran, Selasa 18/8/15.
Korban yang tinggal di Tenubot, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua tersebut berusia 12 tahun, beragama Islam dan lagi duduk di bangku kelas 6 SD, dengan orang tuanya Ibu Siti Rosmiati dan Ahmad Sola ayahnya.

Menurut pengakuan dari korban yang dengan terbata-bata berbicara mengatakan bahwa dirinya ketika sedang mengikuti proses belajar mengajar hanya sedikit tersenyum mendengar penjelasan dari gurunya tetapi alhasil ia langsung dipukul hingga tersungkur ditanah.

Tak hanya itu, korban ketika terjatuh pelaku yang adalah gurunya terus memburu dengan berbagai pukulan beruntun sehingga mengakibatkan dia tak sadarkan diri, teman-teman korban yang berada dalam kelas berlari berhamburan ke luar ruangan dengan berteriak histeris karena tak tega menyaksikan temannya dianiaya bagai binatang.

Korban yang sudah tak sadarkan diri tersebut langsung dibawa kerumah sakit oleh beberapa guru ke puskesmas terdekat, namun dari puskesmas merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Atambua.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kepala Sekolah SDK Tenubot, Theresia Noeman yang berada dirumah sakit mengatakan bahwa, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut “Saya tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi tadi di sekolah karena saya lagi tidak berada di tempat saat kejadian,” Kata Thres.
Lanjut Thres, bahwa gurunya atas nama Joachim Lopez adalah tenaga pengajar yang berstatus guru honor dan baru diminta untuk mengajar di sekolah tersebut.
“Saya juga belum tahu pasti dimana tempat tinggalnya, saya akan coba hubungi dia untuk meminta keterangan lebih lanjut,” Ungkapnya.

Korban yang masih lemas tersebut mengalami sakit dan nyeri yang luar biasa di bagian kepala, pinggang dan ulu hati akibat pukulan yang dilayangkan oleh gurunya dengan menggunakan tangan dan kaki.Siti Rosmiati Ibu Korban, mengatakan anaknya dianiaya dan dipukul hingga tak sadarkan diri, ia meminta kepala sekolah dan guru yang merupakan pelaku bertanggung jawab dan ditindak sesuai dengan hukum dan aturan serta undang-undang yang berlaku, sehingga memberi efek jera kepada guru tersebut.

“Anak Saya dipukul di ulu hati atau ditempat yang rawan untuk kematian, dibagian pinggang juga dibagian tengkuk kepala, Saya minta gurunya serta kepala sekolah bertanggung jawab,” Sergah Rosmiati.Menurut Rosmiati anaknya dianiaya hingga pingsan merupakan perlakuan yang keji dan tidak manusiawi oleh seorang guru yang seharusnya memberi contoh yang baik bagi anak-anak disekolah. Selain itu, anaknya juga masih dibawah umur yakni 12 tahun yang masih duduk dibangku kelas 6 SD.
Rosmiati mengatakan bahwa Ahmad Sola yang adalah ayah dari Putranya tersebut juga adalah seorang guru, juga mengatakan bahwa pihak sekolah dan guru harus bertanggung jawab atas perlakuan yang tidak manusiawi kepada anaknya.

“Anak saya yang sudah tak sadarkan diri dimarahi lagi oleh gurunya, dengan perkataan bahwa, “Biar Mati Saja” nanti orang tuamu yang datang jemput kamu, ini perbuatan yang sangat keji dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang guru. Ketika anak saya dipukul ia sempat jatuh lalu dibiarkan oleh gurunya disaksikan oleh temannya kelas 6 yakni dion, yuven dan febrianto adi,” Kata Ibu Rosmiati saat dikonfirmasi wartawan, sementara ayahnya sedang membuat laporan ke kantor polisi.
Ibu Korban menduga kuat bahwa anaknya telah direncanakan terlebih dahulu untuk dianiaya oleh gurunya, tuturnya ketika ditemui oleh 2 orang anggota polisi yang datang meminta keterangan.

Keluarga Korban sangat menyayangkan bahwa, sebagai tenaga pendidik seharusnya memberi contoh yang baik, bukan dengan menggunakan tangan besi dan cara kekerasan dalam mendidik anak sekolah, karena akan berdampak pada kualitas anak didik yang dihasilkan.
Hal ini membuat citra Sekolah Dasar Inpres Tenubot menjadi BURUK dimata masyarakat bahwa sesungguhnya Kepala Sekolah dan Guru-gurunya sudah tidak mampu lagi memberi teladan yang baik buat dunia pendidikan di Kabupaten Belu.

Tindakan penganiayaan tersebut menjadi trauma bagi anak-anak sekolah yang menyaksikan hal keji tersebut. Dan menjadi pelajaran untuk semua guru yang ada di Kabupaten Belu bahwa anak harus dididik dengan benar sehingga dikemudian hari bisa menjadi panutan, bukan mendidik anak dengan cara yang tidak bermoral. Ungkap Ibu Korban.(Nus).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here