Proses hukum Kasus Songseng Tambang Pasir Industrial “Mengendap”?

0
470

indexBATAM,Zonadinamika.com. Jumat  tanggal 24 juli 2015 awak media ini mendatangi kantor Bapedalda kota Batam ,tetapi sdr.Dendi Purnomo salah satu pejabat strategis di Pemko Batam sulit untuk di temui para awak media untuk mempertanyakan  berbagai  kasus menyangkut tindakan tegas proses hukum limbah B3 dan tambang pasir illegal yang sedang bermuara disana bagaikan kapal berlayar kehilangan nahkodanya tidak ada tujuan.

Setelah menunggu berjam-jam di kantor Bapedalda kota Batam tidak ada harapan bertemu dengan  kepala Bapedalda kota Batam awak media ini mengirimkan konfirmasi via sms melalui ponsel selulernya dengan mendapat jawaban “ kasus sdr.Songseng penyidikan tidak di SP3,namun ada pertimbangan hukum dari ahli ,kasus ini lebih mudah di dekati melalui pidana pertambangan dan pidana umum(bukan wewenang Bapedalda),bukan pidana lingkungan ,selain itu pertimbangan kemanusiaan sdr.Songseng sedang sakit yang beberapa kali pemeriksaan mengajukan penundaan.Kita pernah ada orang terperiksa meninggal dunia setelah di periksa penyidik ,oleh karena kita harus hati-hati agar sesuai dengan kaidah hukum,jelasnya.

Sementara beberapa tahun yang lalu sejak Bapeldada memasang garis pita polis line di tempat usaha industri sdr.Songseng bahkan sempat mengundang perhatian masyarakat banyak pita polis line di buka dan di operasikan kembali .sdr.Dendi Purnomo kepala Bapedalda saat itu mengatakan “Dia membuka sendiri karena ada yang merasa backing,namun kita tetap akan mengambil tindakan hukum .

Beberapa alat bukti sudah kita kumpulkan di tempat tersebut ,tetapi pada kenyataannya sampai saat ini kasus tersebut terkesan di peti eskan dengan berbagai pengalihan ,sementara dari sekian banyak pertambangan pasir illegal di daerah kota Batam Dinas Bapedalda kota Batam hanya mampu menjerumuskan sdr.Ahui terkait tambang pasir illegal daerah  Sembulang sampai kedalam jerizi besi ,sementara kasus lainnya masih di pertanyakan “Sori.S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here