Bupati Dedi Mulyadi : Purwakarta Targetkan Bebas Beras Sejahtera

0
332

JAKARTA – Zonadinamika.com. Kiprah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selama menjadi orang nomor satu di Purwakarta, banyak cetusan yang benar-benar berpihak pada masyarakat kecil, nama Dedi Mulyadi bergaung hingga manca negara.

Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menargetkan pada akhir tahun ini tidak lagi memerlukan Beras Sejahtera (Rastra) yang biasa didistribusikan oleh Perum Bulog. Hal itu dikatakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di sela acara penyaluran Rastra tingkat Kabupaten Purwakarta, Selasa (4/4).

“Kita targetkan Desember ini bebas Rastra,” kata Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (5/4).

Untuk mencapai target tersebut, Dedi menyatakan pihaknya akan mendorong efektifitas pengumpulan dan pembagian ‘beras perelek’ di setiap desa di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. Dikatakan, program pengumpulan sumbangan beras perelek dari seluruh warga yang mampu untuk dibagikan kepada warga tidak mampu ini efektif dan strategis dalam membantu masyarakat tidak mampu. Apalagi, program beras perelek menjadi cerminan dan karakteristik bangsa Indonesia yang hidup bergotong royong dan berasaskan kekeluargaan.

“Kita efektifkan lagi program beras perelek. Itu pertama yang akan kita lakukan,” katanya.

Berdasar data dari Bulog Sub Drive Purwakarta-Subang, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra di Purwakarta terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada Tahun 2016 lalu, jumlah KPM Rastra tercatat sebanyak 48.354 Kepala Keluarga, sementara untuk tahun 2017 ini, jumlah KPM Rastra sebanyak 46.582 Kepala Keluarga atau menurun sekitar 3,76 persen. Penurunan jumlah KPM Rastra ini menjadi salah satu indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

Dedi menyatakan, pihaknya bakal terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga. Selain meningkatkan efektifitas beras perelek, terdapat sejumlah program lain yang digulirkan Pemkab Purwakarta untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satunya, program Keluarga Angkat yang merupakan skema bantuan dari keluarga mampu kepada keluarga yang tidak mampu. Bantuan yang diberikan dapat berupa beras sebanyak 10 liter setiap bulan.

“Setiap kecamatan harus memiliki desa percontohan. Kalau setiap bulan kita kawal pelaksanaannya di 40 Desa, maka setelah tiga bulan, seluruh desa dapat melaksanakan program ini. Teknisnya, bagi pegawai, TNI, Polri atau masyarakat yang dinilai sudah mampu, bisa menyumbangkan beras sebanyak 10 liter untuk keluarga tidak mampu setiap bulannya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dedi menyatakan, untuk jangka panjang, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan menggulirkan program pengembangan ekonomi masyarakat. Program dengan sebutan ‘Saku’ atau Satu Keluarga Satu Usaha ini merupakan bentuk bantuan modal usaha yang anggarannya dapat dicairkan melalui Bantuan Keuangan Desa.

“Itu bisa berbagai macam usaha, mau warung kecil, pertanian, peternakan. Kita kontrol dan berikan target pengembangan usaha, lalu kita berikan bantuan modal,” paparnya.

Dengan berbagai program tersebut, Dedi berharap seluruh masalah ekonomi warga dapat terselesaikan pada kahir 2017 ini. Budayawan Sunda ini pun menantang seluruh aparat desa di Purwakarta untuk menyukseskan seluruh program tersebut. Bagi aparat yang desanya berhasil melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Dedi akan memberikan reward berupa kenaikan honor aparat desa setiap bulan.

“Kalau mau bebas Rastra ya jalankan program beras perelek dengan baik, tingkatkan kesejahteraan warga melalui program yang sudah digulirkan. Kalau ini semua berjalan baik, di APBD 2018 kita anggarkan honor Kepala Desa menjadi Rp7,5 juta dan Ketua RT menjadi Rp 1 juta,” tegas Dedi.(Ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here