Harga Bawang Tuk-tuk Merosot, Harga di Sentra Produksi berbeda Jauh dengan Pasar, Petani Rugi

0
614

ATAMBUA- Zonadinamika.com, Mendekati Musim Panen Bawang Tuk-tuk, para tengkulak banyak berdatangan memborong bawang dengan harga murah di sentra produksi, akibatnya banyak Petani Di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mengeluhkan harga bawang tuktuk yang merosot akibat ulah para Tengkulak yang mematok harga dari Rp 15.000 turun hingga Rp 10.000 per kilogram, kemudian menjual dengan harga yang lebih tinggi dipasaran rata-rata berkisar Rp 30.000 per kilogram, hal ini membuat para petani merasa rugi.

Menurut Paulus Lau Hale Ketua Kelompok Tani Rukun Atap, Dusun Nera, Desa Fatuketi bahwa sudah terjadi beberapa bulan lalu semenjak panen harga jatuh akibat ulah Para Tengkulak yang datang membeli dengan harga yang relatif rendah.
“Kadang mereka (tengkulak), membeli dengan harga murah dari 10.000 sampai 15.000 saja per kilo, kami rasa rugi,” Kata Paulus saat ditemui zonadinamika.com, (Jumad, 23/9/16) dirumahnya.

Paulus mengatakan bahwa, banyak petani yang kecewa dengan harga jual yang rendah sebab tidak sesuai dengan kerja keras mereka selama enam bulan, dari fase penanaman yang sulit, perawatan sampai panen, menurut petani bukan perkara mudah.

Paulus juga menyampaikan kepada Pemerintah lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memantau harga bawang bukan hanya dipasaran saja melainkan di tempat sentra produksi bawang, sehingga para tengkulak yang nakal tidam sembarangan mematok harga semaunya, kemudian menjual dengan harga yang lebih tinggi. (Nf)’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here