Karawang Jadi Pilot Project Pengembangan BUM Desa Bersama

0
682

KARAWANG-Zonadinamika.com.Konsentrasi perekonomian di Indonesia ataupun di Negara berkembang lainya, hanya memusatkan pertumbuhan pada ekonomi perkotaan. Modal pembangunan yang berpusat pada satu titik akan terciptakan pola pembangunan wilayah yang sama,sehingga cenderung meng-kloning atau (kolonialisasi pembangunan antara desa dan kota.

Demikian di katakan Johozua M. Yoltuwu Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan  dan Transmigrasi,kementerian  desa,pembangunan daerah tertinggal Republik Indonesia, saat peresmian BUM DESA BERSAMA, Se-Karawang dan pra louncing Desa Smart di Perum Galu Mas  Kecamatan Teluk Jambe Karawang Jawa Barat Senin (29/8).dan Peresmian ini langkah awal dalam meningkatkan kerja sama dalam usaha ekonomi desa di kawasan pedesaan,”

.Disisi lain,kata Johozua M.Yoltuwu, bahwa pegembangan basis ekonomi di perdesaan sudah sejak lama dialankan oleh Pemerintah melalui berbagai program dan institusi ekonomi local mulai dari Bank Kredit Desa,Bada Usaha Unit Desa, Koperasi Unit Desa,Simpan pinjam, Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Akan tetapi,semua itu belum membuahkan hasil yang memadai dan berkelanjutan,penyebab utamanya , menurut Johozua M Yoltuwu bukan sekedar kapasitas manajerial dalam berbisnis, tetapi lebih pada masalah konsolidasi dan institusionalisasi yang gagal karena semua tergantung pada mobilisasi dan bantuan pemerintah.

Institusi ekonami lokasl mudah runtuh karena tidak menghadirkan kemandirian dan kolektivisme yang kuat,melainkan hanya menjadi kanalisasi bantuan pemerintah, tegasnya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa,Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi dalam melaksanakan amanat dari UU No.6 tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah di ubah dengan PP no.47 tahun 2015 melakukan pengembangan BUMDES dan BUM Desa Bersama sebagai lembaga desa yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah desa dalam mengelola perekonomian desa dan kawasan perdesaan sehingga diharapkan akan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi yang terjadi.

Lebih jauh Johozua M.Yoltuwu memaparkan, Dalam pengembangan ekonomi kawasan perdesaan,BUM Desa Bersama adalah salah satu bentuk nyata dari kerjama desa dalam memperkuat ekonomi desa dan masyarakat perdesaan.

BUM Desa Bersama tidak didirikann atas dasar instuksi dan mobilisasi pemerintah, tetapi harus didasarkan pada kehendak local yang berangkat dari potensi local,keberadaan lembaga ekonomi diharapkan tidak dikuasai oleh kelompok tentetu yang memiliki modal besar di perdesaan,sehingga lembaga itu dimiliki oleh Desa dan dikontrol bersama untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi masyarakat.

Menjawab kondisi ini, dalam pendirian badan usaha ini Pemerintah Pusat memiliki tugas dalam melakukan penguatan kapasitas masyarakat Desa dan penyiapan regulasi hal ini tentu saja membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah melaui kebajikan daerah ( kabupaten/kota ) untuk memfasilitasi dan melindungi usaha Desa dari ancaman persaingan para pemodal besar.

Kabupaten Karawang merupakan saksi sejarah perjuangan Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Dalam konteks inilah kemudian Kabupaten ini dipilih sebagai pilot project dalam pengembangan BUM Desa Bersama .

Masih merurut Johozua M.Yoltuwu, Melalui pilot project ini diharapkan Kabupaten Karawang akan mampu memeberikan daya ungkit yang besar sekaligus menumbuhkan embrio BUM Desa Bersama di seluruh Indonesia. Sebagai sebuah inisasi, diharapkan akan kembali mengukir sejarah kebangkitan dan kemerdekaan ekonomi masyarakat desa sebagai pembangunan yang memiliki cirri khas ke-Indonesia-an. Pengembangan ekonomi dari BUM Dasa Bersama ini di wujudkan dalam bentuk Desa’Smart yang mana sebagai salah satu unit usaha yang berada di bawah naungan BUM Desa Bersama.

DESA’Smart (merupakan Unit milik BUM Desa Bersama ) merupakan suatu solusi alternatif dalam memangkas rantai distrribusi barang konsumsi rutinn masyarakat desa. Kondisi ini akan didukung dengan peran Pemerintah pusat dalam menjalin kerjasama dengan produsen-produsen kebutuhan pokok.

Desa’Smart adalah wujud nyata dari badan Usah Milik Desa (BUM Desa) Bersama yang hadir atas inisiasi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok dan juga sebagai tempat berusaha dalam bentuk jaringan yang terkoneksi secara nasinal sahingga menjadi efisien dan dapat meninkatkan daya saing.

Dijelaskan oleh Johozua M.Yoltuwu, bahwa  Secara harfiah, Desa’Smart mempunyai tiga makna; Pertama, Desa Smart atau samart village yang berarti desa cerdas. Kedua, Desa Smart yang berarti sebagai mart atau toko atau usaha dari beberapa desa. Ketiga, Desa’Smart yang berarti Mart milik Desa. Ketiga makna itu di bilang di gabung Desa’Smart maka akan memiliki arti bahwa “ Desa cerdas akan terbentuk apabila ada jaringan usaha antar desa yang dimiliki bersama” . semangat desa’smart adalah semangat kebersamaan dan persatuan dalam usaha memajjukan desa.

Desa’Smart merupakan tahapan awal dalam membentuk jaringan BUM Desa Bersama yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Desa, sebelum terbentuknya jaringan distribusi sembako yang berfungsi sebagai stabilisator harga pangan dan lebih luas lagi akan menjadi jaringan outlet untuk produk kawasa perdesaan untuk pasar nasional dan global yang kedepannya akan dikembangkan diseluruh Indonesia.

Keberadaan Desa’Smart untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di perdesaan sekaligus menciptakan pelembagaan yang sustainable  sehingga mampu memeberikan manfaat pada masyarakat desa dalam jangka panjang maka, dalam konteks inilah kemudian pendirian BUM Desa dan BUM Desa Bersama penting untuk dilakukan. Nantinya, keberadaan pilot project inin akan mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan dan akan terwujud sebagai kekuatan ekonomi desa yang ada di Indonesia.

Dia mengatakan, Desa Smart diharapkan bisa menjadi desa yang melindungi ekonomi rakyatnya. Sampai akhir September 2016, pihaknya siap menghadirkan 20 Desa Smart di Karawang. “Sudah saatnya kita bersaing di tengah era globalisasi yang luar biasa,” kata dia

Sementara itu, Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan Kementerian Desa Faizul Isom, mengatakan, Desa Smart merupakan tahapan awal untuk membentuk Bumdes yang seluruh sahamnya dimiliki oleh desa. “Desa Smart merupakan salah satu unit usaha Bumdes. Jadi separuh produk yang dipasarkan di Bumdes adalah produk dari teman-teman anggota Bumdes,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karawang Celica Nurhadiana mengatakan, pembangunan harus dilaksanakan dari desa ke kota. “Keberhasilan pembangunan pada dasarnya adalah pembangunan manusia dan ekonomi kerakyatan dimulai dari dana desa, dan alokasi dana desa,” kata dia.

Pra louncing Desa Smart di hadiri seluruh kepala Desa dan Camat Se-Kabupaten Karawang, serta sejumlah masyarakat. (bud/fer/len)

 

 

PROPIL Desa Smart

Merupakan tahapan awal dalam bentuk jaringan BumDes bersama,yang seluruh sahamnya dimiliki oleh desa,sebelum terbentuknya jaringan distribusi sembako yang berpungsi sebagai stablitas harga pedesaan untuk nasional.

DesaSmart akan direplikasi ke seluruh Indonesia sebagai jaringan Ritel,Grosir dan Outlet dari desa untuk bangsa.

 

PROGRAM Desa Smart

1.Penjelasan program DesaSmart

2.Survei Lokasi

3.Penjelasan program dan Biaya Investasi

4.Pelunasan Investasi

6.Renovasi Toko

7.Persiapan Pembukaan Toko

8.pembukaan Toko

PRODUK

DesaSmart menjual produk pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.Selain menjual produk umum, kami juga akan menjual produk local hasil budidaya masyarakat setempat

 

Ketersediaan prosduk yang cukup lenkap menjadi satu tujuan DesaSmart dalam memberikan kepuasan berbelanja kepasa pelanggan

 

PERSONAL

DesaSmart memberikan pelatihan secara berkala kepada perdonalatau karyawan yang bekerja di toko,sehingga bisa terus menerus meningkatkan pelayanan dengan baik kepada pelangggan dan masyarakat.

 

HARGA

DesaSmart menjual produk pilihan dengan harga yang bersaing dengan pelaku bisnis ritel modern lainya.

PROMOSI

DesaSmart menjalankan program promosi secara berkala untuk meningkatkan minat konsumen belanja di DesaSmart.Sarana pendukung promosi seperti Flyer,spanduk dan yang lainya akan digunakan untuk membantu suksesnya program promosi tersebut.

BIAYA INVESTASI

Biaya investasi program DesaSmart terdiri dari:

  1. Biaya sewa lokasi,jika diperlukan
  2. Biaya renovasi,jika diperlukan
  3. Biaya peralatan toko,terdiri dari rak panjang,mesin pendingin makanan dan minuman,meja kasir,papan nama toko,dll
  4. Biaya pelengkapan computer,terdiri dari lisensi POS,computer,printer,scanner,UPS,dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here