Lebu Raya; NTT Bisa Produksi Bawang Sendiri

0
680

Atambua, NTT-Zonadinamika.com, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bersama Bupati Belu Wilibrodus Lay dan Kepala Bank Indonesia Cabang Kupang Naek Tigor Sinaga melakukan Panen Simbolis bawang Tuk-Tuk di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Minggu, 14/08/16.

Panen Bawang Simbolis ini dilakukan untuk melihat hasil dan kualitas bawang yang ditanam di Kabupaten Belu yang setelah dipanen ternyata sangat bagus.

Lebu Raya mengatakan bahwa bawang yang dipanen ini kualitasnya sangat bagus dan tidak kalah dengan daerah lain di NTT walaupun dengan air yang kurang, ia juga menuturkan bahwa bendungan rotiklot yang sementara dibangun ini akan memberi manfaat yang sangat besar untuk hasil pertanian khususnya bawang.

“Kalau air yang sedikit saja itu bisa, apalagi nanti bendungan rotiklot itu jadi” Kata Lebu Raya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa NTT masih membutuhkan banyak sekali pasokan bawang, maka ia mengharuskan masyarakat untuk menanam sambil belajar untuk meningkatkan hasil produksi, sehingga kedepan NTT tidak memasok bawang dari daerah lain.

“Untuk bawang kita masih butuh banyak sekali, bawang yang ada di pasar-pasar di hampir seluruh Nusa Tenggara Timur itu bawang dari Bima, surabaya, makasar, padahal kita masih bisa tanam disini, Karena itu kita kerja yang baik sambil belajar untuk mengembangkan bawang, kemarin di sabu raijua itu bawangnya juga bagus, di semau juga bagus,” Ucapnya.

Gubernur Juga Berharap agar kedepan NTT bisa menjadi Sentra Produksi Bawang dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sampai pada mensejahterakan masyarakat lewat hasil produksi.
Lebu Raya juga meminta Dinas Pertanian untuk membantu mendampingi petani dalam meningkatkan produksi bawang.

“Kita berharap supaya bawang yang ada di pasar-pasar seluruh NTT itu datang dari NTT, apakah datang dari belu atau datang dari mana saja yang penting ada di Nusa tenggara timur, karena mendatangkan bawang dari Bima dan surabaya, makasar itu mahal, jadi saya minta kerja ini sambil belajar, kalau ini produksinya kurang bisa ditingkatkan, Kalau satu hektar kita dapatkan 20 sampai 25 ton itu bagus, nanti dinas teknis mesti ikut terlibat, dinas pertanian untuk menunjukkan cara yang benar untuk menanam bawang,” Kata Gubernur.

Selain itu, Bupati Belu Wilibrodus Lay mengatakan bahwa penanaman bawang ini juga berkat pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan yang ikut memantau proses penanaman hingga panen.

“Semua ini juga berkat kerja keras masyarakat, Juga PPL yang ikut membantu melatih petani,” Kata Wili Lay.

Bank Indonesia juga akan mendampingi para petani selama 3 tahun demi meningkatkan hasil produksi bawang yang lebih besar. (Nus Feka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here