Hati-hati di Pasar Tradisional Surabaya ada Jual Daging Babi Oplosan

0
684

SURABAYA,Zonadinamika.com. Bagi ibu ibu yang hendak belanja danging di pasar tradisonal Surabaya agar lebih waspada, sebab Memasuki bulan puasa tahun ini masyarakat harus lebih hati-hati dalam memilih dan membeli daging. Sebab Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil menangkap tiga pedagang tradisional menjual daging babi dan celeng.

Mereka adalah Tuminah (41), Agus (34), dan Bunarti (61), yang selama ini menjual daging babi dan celeng di Pasar Wadung Asri, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rungkut dan Pasar Lakarsantri, Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, ketiga tersangka selama ini memang menjual daging sapi, babi dan celeng. Namun selama berjualan di pasar selalu menipu pembelinya.

“Caranya, jika ada orang beli, kalau semua daging yang dijualnya itu selalu dikatakan daging sapi. Padahal yang diberikan pada orang yang membeli adalah daging babi dan celeng,” terang AKBP Shinto Silitonga, Jumat (10/6).

Para tersangka di depan petugas mengaku, kalau untuk mendapatkan daging babi dan celeng selalu membelinya di Pasar Mangga Dua, Wonokromo, Surabaya, dengan harga Rp 65 ribu hingga Rp 80 ribu.

Untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, setelah mendapatkannya, ketiga tersangka menjualnya kembali di pasar tradisional, harganya Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu. Dengan mengatakan kalau daging yang dijual adalah daging sapi semuanya, padahal itu adalah daging babi dan celeng.

“Jika ada yang menanyakan, kalau dagingnya terlihat menghitam, pedagang ini selalu mengatakan kalau daging sapi yang dijualnya itu khusus untuk rawon. Padahal itu adalah daging babi dan celeng, harganya dijual Rp 100 ribu per kilogramnya,” ucap Shinto.

Sedangkan untuk daging sapi yang sebenarnya, pedagang daging ini dijual dengan harga lebih mahal, sekitar Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogramnya. Tujuannya, untuk mencari keuntungan lebih banyak.

Parahnya, jika memang ada yang membeli daging sapi. Ternyata, tersangka justru mencampurnya dengan daging babi dan sapi.

“Saat itulah anggota yang melakukan penyamaran membeli daging sapi, ternyata yang diberikan adalah daging babi dan celeng. Kemudian beli daging sapi, ternyata ada campuran daging babi dan celeng,” jelas Shinto.

Dari penangkapan ketiga pedagang tradisional, polisi telah mengamankan 16 kilogram daging babi dan celeng. Saat ini, kata Shinto, pihaknya masih melakukan penyelidikan, terutama daging yang dibeli tersangka di Pasar Mangga Dua, Wonokromo, Surabaya.

“Ada dugaan pengepul di Pasar Mangga Dua ini juga tidak jujur menjual daging babi dan celeng. Karena, saat anggota lakukan penyelidikan di lokasi, tidak menunjukan menjual daging babi dan celeng. Hanya terpampang tulisan daging sapi, ini yang masih kita selidiki,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here