Program Kelambunisasi Sebagai Strategi Pengendalian Malaria

0
480

Atambua, NTT, Zonadinamika.com: Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan secara resmi membuka Kegiatan Microplanning Pekan Kelambu Massal Daerah Fokus (PKMF) di Hotel Nusantara 2 Atambua, Jumat (29/9). Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan OPD se- Kabupaten Belu, para Camat se-Kabupaten Belu, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu dan sejumlah Nara Sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kabupaten Belu.

Dalam arahannya, Wabup Ose Luan mengatakan bahwa malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia dan berpengaruh terhadap angka kesakitan dan kematian ibu hamil atau melahirkan, bayi dan balita. “Malaria merupakan penyakit menular yang mendapat perioritas penanggulangan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010,” jelas Wabup.

Secara Nasional, angka kesakitan malaria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2016 cenderung menurun dari 1,85 menjadi 0,85 per 1000 penduduk. Sementara di Kabupaten Belu, Wabup Ose menyebut , masih ada empat kecamatan endemis malaria yang meliputi Kecamatan Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan dan Kecamatan Kakuluk Mesak. “Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggambarkan ada kecenderungan meningkat pada tiga tahun terakhir. Tahun 2014 sebanyak 1.958 kasus malaria posetif, Tahun 2015 sebanyak 3.256 kasus malaria posetif Tahun 2016 sebanyak 2.181 kasus malaria posetif,” beber Wabup.

Strategi pengendalian malaria yang diupayakan saat ini adalah program kelambunisasi yang diawali dengan mikroplaning pekan pelaksanaan kelambu massal. “Program ini bertujuan untuk menyusun strategi dan mekanisme pelaksanaan distiribusi kelambu massal focus di Kabupaten Belu dalam menunjang angka kesakitan malaria,” tandasnya.

Wabup Belu kembali mengingatkan kepada para peserta bahwa dalam mengemban tugas penting tersebut, para peserta tidak hanya bertindak dalam konteks pelayanan umum, namun lebih dari itu adalah pelayanan kepada masyarakat dan keluarga sendiri. “Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dalam memfasilitasi terselenggaranya kegiatan microplaning ini,” tutup Wabup.

Pertemuan Microplanning Pekan Kelambu Massal Fokus yang berlangsung selama dua hari (tanggal 29 – 30 September 2017), diawali dengan Sosialisasi Kebijakan dan Sosial Pekan Kampanye Massal Fokus, Analisisi Situasi dan Pengantar Microplanning, Template dan Mekanisme Pekan Kelambu Massal Focus. Selain sosialissasi, para peserta dilibatkan dalam Diskusi Rencana Implementasi yang meliputi, Sensus Wilayah, Penemuan Titik Distribusi, Pengelolaan Logistik, Pengangkutan dan Distribusi, Penyusunan Biaya, Pencatatan dan Pelaporan, Monitoring dan Penyiapan Masyarakat. (Nus.F/pkpsetdabelu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here