Widhie Gadis Cilik Butuh Uluran Tangan Para Dermawan Untuk Kesembuhannya.

0
423

KALIMANTAN BARAT-Zonadinamika.com. Widhi Widhie Santoso (2 Th), Putri tunggal dari pasangan keluarga Budi Santoso (23 Th) dan Linda Pranata (19 Th), yang berdomisili di Dusun Sempalit, Kelurahan Sejangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang-Kalimantan Barat.

Widhi terlahir dalam keadaan yang berbeda dengan kelahiran bayi pada umumnya, memiliki kelainan di Kepala, berupa benjolan dibagian mata dan hidungnya, kelainan itu sudah ditemukan (teridentifikasi) berdasarkan hasil USG sejak masih dalam kandungan usia 7 bulan. Saat ditangani oleh  Dr. Trifina di Rs. Harapan Bersama, Kota Singkawang.

Dan menyarankan agar Widhie melakukan pemeriksaan oleh dokter Liau Songkono disebuah klinik di Kalimantan Barat, dan ditangani. Saat di tangani oleh Dokter Liau menemukan adanya benjolan pada bola mata dan hidung, dengan prediksi awal bahwa Widhie menderita kanker, dan harus ada tindakan operasi untuk mengangkat bola mata.

Mendengar berita tersebut, sontak orang tua Widhie shock, Namun karena tidak tahu harus berbuat apa-apa, sementara Widhi masih dalam kandungan, Mereka hanya bisa bersabar dan terus berusaha menjaga kandungannya dan melanjutkan pemeriksaan secara rutin kepada dokter Trifina, dengan harapan agar Widhi tetap bisa lahir dengan keadaan Normal ketika saatnya tiba.

Widhie lahir dengan proses normal pada 23 Januari 2015, di Rs. Vincent Kalimantan Barat. Berat 2,8 Kg dan panjang 49 cm. Sejak lahir, memang terdapat benjolan di wajah Widhi. Menurut keterangan dari dokter, benjolan dibagian pipi Widhie tidak berbahaya, namun lebih baik dilakukan operasi pada usia 3 bulan atau 2 tahun, tutur Linda.

Seiring dengan pertumbuhan Widhie, benjolan diwajah juga mengalami pertumbuhan semakin besar. Belakangan diketahui bahwa dari hasil pemeriksaan benjolan tersebut, Widhi menderita penyakit Meningoencephalocele, yakni suatu benjolan diselaput otak dan otak, akibat ketidak sempurnaan tulang dasar tengkorak yang tidak menutup dan mengakibatkan gangguan fungsi otak.

Melihat perkembangan benjolan dimuka Whidi yang semakin besar, orang tua dan keluarga Widhie terus berharap agar dapat mengumpulkan rizki untuk biaya pengobatan Widhi. Namun biaya kebutuhan operasi dan pengobatan lainnya memang sangat tinggi, sementara pendapatan keluarga belum sanggup menjangkau tingginya biaya tersebut.

Ayah Widhie hanyalah pekerja serabutan, sedangkan Ibunya mengurus keluarga sembari berjualan pakaian secara online. Penghasilan keduanya selama ini tidak menentu, pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kenyataan demikian, orang tua dan keluarga Widhi tidak berani lansung membawa Widhi ke rumah sakit.

Proses Pengobatan untuk Widhie Penyakit yang diderita Widhi memang bukan penyakit umum. Penyakit ini tergolong relative langka, dengan prediksi dalam kisaran 2 banding 35.000 kelahiran di dunia. Demikian juga dengan biaya pengobatannya, mahal dan sulit dijangkau oleh keluarga dengan ekonomi dibawah rata-rata.

Aliansi Gerakkan Reforma Agraria (AGRA) bersama jaringan lainnya di Kalimantan Barat, seperti: KalBar Bangkit dan Inspirasi Kreativitas Biak Singkawang Wilayah Kalimantan Barat, Pada bulan November 2016 lalu. Sempat melakukan penggalangan dana untuk biaya kebutuhan dan pengobatan Widhi.

Dari hasil penggalangan dana yang dapat dikumpulkan, tim pertama-tama membayar tunggakan iuran BPJS Widhie dan keluarga, mengurus segala surat menyurat yang dibutuhkan dari isntansi terkait, kemudian mulai memeriksakan Widhie ke Rs. Soedarso. Dibawah penangganan dr. Hermanto (spesialis bedah anak), Widhi di diagnosa Meningoencephalocele, kemudian di rujuk ke dokter bedah syaraf, yang ditangani oleh dokter Seno.

Widhie mendapatkan rujukan kembali ke RS. Antonius bagian radiologi untuk melakukan CT-Scan. Hasilnya, Widhie dinyatakan positif menderita Meningoencefalokel. Namun karena kertebatasan alat medis, pihak Rs. Soedarso kemudian merujuk Widhie menuju Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) di Jakarta.

Tanggal 11 Januari 2017, Widhie bersama keluarga dan pendamping mulai menjalani proses pengobatan di bagian poli bedah syaraf RSCM, dan ditanggani oleh dokter Jerry. Dari hasil diagnose yang sama, dokter Jerry mengatakan bahwa pengobatan meningoencephalocele tidak dapat dilakukan secara cepat, tindakan operasi membutuhkan persiapan yang matang, dan dengan tingkat keberhasilan tindakan operasi 80% dan resiko kemungkinan 50% akan terjadi gangguan otak atau tingkat kecerdasan.

Saat ini, Widhie telah menjalani seluruh tahapan yang diarahkan oleh Dokter Jery. Terakhir, pada tanggal 6/2/17 lalu, Widhie baru mendapatkan penanganan Anastesi, kemudian dilanjutkan dengan tindakan CT-Scan pada hari berikutnya, Senin 7/2/17.
Berdasarkan keterangan Dokter Radiologi, hasil CT-Scan baru akan keluar setelah 3-4 hari berikutnya, atau bisa mundur lebih lama tergantung keadaan dalam proses analisa hasil Scan. Jika hari senin tanggal 13/2/17 mendatang hasilnya sudah keluar, akan segera dibawa ke poliklinik bedah saraf sebagai dasar analisa untuk operasi atau tindakan medis lain berikutnya.

Datangnya Kabar jadwal Operasi setelah dua bulan lamanya menunggu.
Pada tanggal 06/06 tahun 2017, lalu pihak Dokter RSCM Jakarta menelpon ibu Widhie dan menginformasikan jadwal operasi widhie yang rencananya akan dimulai pada rabu pada tanggal (14/06). tentu hal ini sangat mengembirakan bagi kedua orang tua dan keluarga widhie serta seluruh organisasi masyarakat maupun pemuda yang mendukung kelancaran proses pengobatan widhie. Namun orang tua widhie harus menghadapi persoalan keuangan bagi penanganan ketika dilaksanakan operasi diJakarta nanti.

“Kami sudah menghitung berapa besar biaya yang dibutuhkan pada saat yang lalu dari bantuan dari semua masyarakat, kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah membantu, hanya Tuhan yang dapat membalas amal kebaikan untuk widhie. Semoga dalam proses operasi nanti, juga lancar amin.Tutur linda.

Harapan Organisasi Kemasyarakatan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Kalimantan Barat terhadap Pemerintah Kota Singakawang. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisifasi dalam proses pengobatan widhie, selama ini. Sudah sejak jalan 8 bulan yang lalu banyak organisasi kemasyaraatan yang mengawal proses pengobatan widhie sampai pada akhirnya widhie mendapatkan kabar akan dilangsungkannya jadwal operasi di RSCM pada bulan juni ini.

Tentu kami sangat gembira, perjuangan yang begitu panjang telah menemukan titik terang semoga dalam proses operasi dapat berjalan dengan lancar dan widhie mendapatkan kesembuhan. Kami juga berharap kepada pemerintah Kota Singkawang juga dapat berpartisifasi, membantu, dan mengawal proses pengobatan salah satu warga Kota Singkawang yang memang perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius.

Kami mengharapkan kerjasama yang baik antara masyarakat, organisasi masyarakat dengan pemerintah dapat terjalan terutama untuk memberikan perhatian yang serius terhadap permasalahan-permasalahan masyarakat terutama aspek Kesehatan dan lainnya, karena kesehatan merupakan hak bagi setiap warga negara yang perlu dipenuhi oleh pemerintah terlebih lagi bagi masyarakat yang kurang mampu. Terang Wahyu Setiawan.

Terimakasih kepada semua pihak, yang membantu dan mendukung pengobatan Widhi.
Meskipun Widhie menjadi peserta BPJS, namun karena kedua orang tua tidak lagi dapat menjalankan pekerjaan ekonomi seperti biasanya, tentu saja upaya pengobatan Widhie saat ini menjadi tanggungan yang berat bagi kedua orangtua dan keluarganya. Karenanya, dengan perkembangan keadaan kesehatan dan kondisi ekonomi keluarga saat ini, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan Masyarakat luas, baik bantuan baik materil maupun moril.

Bagi yang ingin memberikan bantuan dan dukungannya, dapat langsung datang ke alamat tempat Widhie menginap, yakni di Kantor Pimpinan Pusat AGRA, di: Jl. Ketang-ketang no.9 Rt/Rw. 003/007 Kelurahan Jati Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur. Untuk di Kalimantan Barat dapat disalurkan di Kantor Pimpinan Wilayah AGRA di, Jl. Transkalimantan, Ambawang JL. Ampera Raya Komplek Villa Mega Mas No 12 B. Atau Menghubungi Suryadinata (Koord. Pendamping) Kalbar 085820183147.

Dukungan berupa dana dapat dikirim melalui rekening Bank Negara Indonesia (BNI) atas nama 0538 3097 88 atas nama Linda Pranata (Orang Tua widhie).
Bapak/Ibu dan kawan-kawan sekalian dimanapun berada, yang tergerak untuk ikut bepartisipasi dalam penggalangan dana untuk Widhie. Semoga menjadi amal ibadah kita semua, Amin. (Red/AGRA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here