’Akibat Konflik Agraria’, RDB Beralih Fungsi Menjadi Rumah Pengungsi

0
376

KARAWANG-Zonadinamika.com. Konflik agraria yang terjadi sejak tahun 2013 antara PT Pertiwi Lestari (PT. PL), Perum Perhutani, dan Legiun Veteran Republik Indonesia serta melibatkan para petani di tiga desa, tak juga kunjung usai.

Sehingga menimbulkan berbagai persoalan khusus bagi pemda Kabupaten Karawang, Hingga akhirnya, para masyarakat petani dari tiga desa yang telah terusir dari tempat tinggal dan lahan yang sudah puluhan tahun mereka tinggali dan mereka garap tersebut, serta harus hidup terkatung – katung dalam pengungsian, mengadukan nasib mereka kepada Presiden Jokowi.

Lima orang petani Telukjambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat melakukan aksi kubur diri di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 April 2017. Aksi itu dilakukan untuk meminta Presiden Joko Widodo turun tangan langsung menyelesaikan persoalan agraria  di Kecamatan Teluk Jambe yang mereka hadapi

Hal tersebut terungkap saat Para Pejabat Pemkab Karawang, menyambut kedatangan 267 Kepala Keluarga dari tiga Desa Di Kecamatan Teluk Jambe yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati ( RDB ) Karawang, Sabtu 6 Mei 2017, hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, Asisten Daerah I Pemerintahan Samsuri, Kepala Dinas Sosial Kab. Karawang Setya Darma.

Sebanyak 267 Kepala Keluarga pengungsi kembali ke Karawang setelah mendapat jaminan dari Presiden RI melalui Kementrian Sosial hingga proses pengembalian apa yang menjadi hak – hak mereka berupa administrasi pengurusan lahan dan rumah yang diberikan oleh pemerintah pusat seluas 30 Ha selesai.

Seperti yang disampaikan Presiden RI, Jokowi dalam siaran persnya bahwa waktu tiga hari permasalahan konflik agraria ini akan diselesaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Menurut keterangan salah seorang koordinator pengungsi kepada awak media bahwa  Biaya hidup mereka sehari – hari nanti akan ditanggung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Nanti kita akan buatkan dapur umum, dan alhamdulillah, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial juga sudah siapkan sebanyak 40 buah kasur beserta selimut, dan MCK untuk mereka,”ujarnya.

 

Sementara itu Wakil Bupati berharap permasalahan para pengungsi ini segera dapat di selesaiakan dan mereka dapat kembali menjalani kehidupan mereka dengan baik kembali.

“Ya, setelah kita diskusikan bersama, antara kami Pemerintah Daerah bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Kementerian Sosial Khofifah Indar Parawansa, beberapa waktu lalu,  insya allah dalam waktu tiga puluh hari mereka akan mendapatkan kembali apa yang menjadi hak – hak mereka,” jelas Wabup Karawang

Selanjutnya Wabup Karawang menjelaskan bahwa penerima lahan dan rumah ini nantinya adalah warga masyarakat tiga desa diluar yang sudah merima tali asih kerohiman. Dan lahan yang diberikan adalah lahan kehutanan milik Kementerian Perhutani. Di luar lahan yang bersengketa yaitu PT. Pertiwi Lestari.

Sementara itu ke 267 KK Petani yang berasal dari Tiga Desa di Kecamatan Teluk Jambe akan ditempatkan di Rumah Dinas Bupati (RDB) Kab. Karawang sampai permasalahan konflik agraria tuntas.( RyaSKa )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here