Tidak Ikut Pleno KPU Dogiyai, ini Alasan dari Tiga Paslon

0
430

MOANEMNAI – Zonadinamika.com.Tiga pasangan calon (Paslon) yang telah ikut pada Pilkada serentak 15 Februari 2017 di Kabupaten Dogiyai, Papua di antaranya pasangan nomor urut 2, Drs. Anthon Iyowau dan Yanuarius Tigi, Paslon nomor urut 3, Fransisco Tebay, SH dan Benediktus Kotouki, SE serta Paslon nomor urut 4, Markus Waine dan Angkian Goo, S.Pi ditambah tim sukses dan massa pendukungnya tidak ikut pada rapat pleno rekapitulasi suara tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dogiyai, Rabu, (22/2/2017).

Rapat yang digelar di aula Pemda Kabupaten Dogiyai itu dihadirinya hanya satu Paslon saja, yakni nomor urut 1, Yakobus Dumupa, S.Ip dan Oskar Makai, SH serta Pjs. Bupati Dogiyai, Simon Anouw, Assisten II Setda Dogiyai, Thobias Frans Bunapa, Kapolres Nabire, AKBP. Semmy Ronny Thabaa, keempat komisioner KPU, Pawaslih, Dandim, 10 ketua PPD dari 10 distrik serta tamu undangan lainnya.

“Kami (tigas paslon) sepakat tidak ikut pleno KPU Dogiyai, dan penolakan tidak hadir ini kami sudah layangkan surat ke KPU dan Panwas Dogiyai,” ujar calon bupati Dogiyai, Markus Waine di sekretariatnya, Rabu, (22/2/2017).

Dikatakan Waine, pihaknya bersepakat tidak hadir lantaran beragam persoalan yang terjadi sebelum, sesaat dan sesdauh pencoblosan Pilkada, diantaranya kotak suara segelnya terbuka, sehingga di TPS masyarakat terpaksa pakai copyan. Padahal setiap TPS mustri dipakai surat suara yang asli.

“PPD sudah antar ke KPU, dari KPU terjadi perbaikan terhadap rekapan selama dua hari. Seharusnya tunggu sampai pleno. Bukanya saat pleno berlangsung untuk melihat berapa suara yang rusak, berapa sah dan pakai typex. Jadi, Pilkada Dogiyai sudah tidak benar,” kata Waine yang diusung partai Hanura ini.

Ia ungkapkan, pilkada Dogiyai dinodai dengan ‘Money Politic” lantaran pihak luar yang datang ke Kamuu dan Mapiha di 10 distrik tersebut dengan menghamburkan uang milik negara dari daerah lain. “Intervensi pihak dari luar daerah, dari luar Dogiyai ini yang utama. Orangnya kami sudah tahu, apapun yang dilakukan di lapangan kami akan bawah ke Mahkamah Konstitusi (MK),” imbuhnya.

“Isayas Douw, selaku Bupati Dogiyai secara terang-terangan datang ke Dogiyai. Ini intervensi bupati nabire. Semua distrik dia sendiri turun. Di distrik Piyaiye dan Sukikai pakai helicopter,” kata menunjukan foto dan video.

Dikatakan, dalam berita acara KPPS terdapat pemalsuan tanda tangan, sebab semua tanda tangan itu hamper sama. “Satu orang saja yang tanda tangan di berita acara, tangannya dari KPPS semua mirip. Itu terjadi di kampung Unito, disrik Piyaiye. Berarti ini terjadi permainan di dalam, satu orang saja yang kerja,” katanya.

Terpisah, Cabup Dogiyai dari nomor urut 2, Drs. Anthon Iyowau mengatakan, pihaknya menginginkan saat pleno berlangsung KPU harus hadirkan sejumlah oknum yang menodai pesta demokrasi di Dogiyai.

“Kalau kami mau jujur, KPU harus hadirkan Isaias Douw, bupati Nabire. Hengky Kayame, bupati Paniai. Bupati Deyai, Dance Takimai. Wakil Bupati Deiyai, Agustinus Pigome. Sekda Deiyai, Marthen Ukago dan Michael Mote, Sekretaris KPU Nabire. Hadirkan mereka, karena mereka ini yang datang hamburkan uang di tengah masyarakat, sehingga Pilkada Dogiyai jadi kacau,” terang Iyowau.

Senada juga dikatakan Cabup Nomor 3, Fransisco Tebai, pihaknya sepakat tidak hadir itu dituangkan dalam surat yang dilayangkan kepada pihak penyelenggara.”Kami sudah antar surat untuk tidak hadir dengan alasan-alasannya. Itu yang KPU harus selidiki,” bebernya. (AB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here