Ini Rekomendasi dan Keputusan Muspasme V di Madi

0
410

PANIAI – Zonadinamika.com. Musyawarah Pastoral (Muspas) Mee V Dekenat Paniai, Keuskupan Timika di Paroki Salib Suci Madi yang berlangsung sejak 6-12 Februari 2017 telah menghasilkan rekomendasi dan keputusan yang menggungah dan menggugat pola pikir dan pola laki saya manusia Mee (Aniki Mee) sebagai pelayan dan promoter kesehatan, khusus bagi manusia yang sakit dna sesame alam beserta isinya yang rusak dan punah.

Pastor Dekan Dekenat Paniai, Pater Marten Ekowaibi Kuayo, Pr mengatakan, rekomendasi dan keputusan itu dialamtkan kepada berbagai pihak, terutama keluarga, paroki, dekenat dan pemerintah.

Untuk keluarga, kata Kuayo, setiap orang diberi karunia untuk merawat dan memelihara kesehatan jiwa raga dan mengusahakan pola hidup sehat. “Setia keluarga suku Mee dan Migani mengusahakan apotik hidup di pekarangan rumah (Owaada),” jelas Pater Marten Ekowaibi Kuayo, Pr kepada Jubi di pastoran Salib Suci Madi, Minggu, (12/2/2017).

Dikatakan, Owaada adalah apotek kehidupan ‘saya manusia’ (aniki mee) yang mampu member dan merawat kesehatan badan dan jiwa, maka perlu membangun dan rehab kembali Owaada di steiap keluarga (Uguwoo) dan menanam tanaman asli (Totaiyoo) di setiap keluarga. Maka, setiap keluarga harus melaksanakan rekonsiliasi (Witogai Kamuu).

“Semua anak diharapakan belajar budaya Mee dan Migani serta penghijauan kembali tanaman apotek di pekarangan rumah,” ucapnya.

Sementara rekomendasi untuk Paroki dan Dekenat, lanjut dia, Owaada dan Emaawa tetap menjadi materi pokok dalam setiap Muspasmee. Maka, aktifkan kembali tim monitoring untuk menggerakan perawatan Emaawa di komunitas basis (Komnbas), stasi dan paroki serta Owaada bagi keluarga.

“Pastoral budaya Meuwo bagi anak-anak. Membangun gerakan penghijauan kembali, khususnya tanaman apotek hidup. Pembuatan buku apotek hidup di Meuwodidee (Meepago) sebagai promosi kesehatan. Menggerakan perayaan rekonsiliasi yang berkelanjutan dan pendampingan pastoral kesehatan bagi para Tabib kampung dan pendoa,” tutur Ekowaibii.

Ketua tim perumus Muspasmee V, Frans Doo mengatakan, ada tujuh rekomendasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Paniai dan Deiyai yang masuk dalam Dekenat Paniai. Yakni, yang pertama ialah Pemda Paniai dan Deiyai boleh mengadakan obat-obatan yang bermutu bagi masyarakat, bahkan perlu pengujian obat-obatan tradisional di laboratorium.

“Kedua, Pemda mengadakan promosi kesehatan yang berkelanjutan, berikutnya, Pemda berdayakan tenaga medis, khususnya putra-putri dari Meuwodide. Keempat adalah Pemda mengalokasikan dana khusus untuk pendidikan tenaga kesehatan seperti dokter jiwa, fisioteraphy, biokimia dan lainnya,” tutur Doo.

Lanjutnya, Pemda harus membangun rumah singgah bagi penderita HIV/Aids di Meuwodide juga Pemda perlu membuat Perda tentang pemberantasan Miras dan Narkoba. “Pemda Paniai dan Deiyai hapuskan program keluarga berencana (KB),” paparnya. (Abeth You)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here