50 KK Asal Desa Dafala Tempati Rumah Layak Huni

0
416

ATAMBUA NTT-Zonadinamika.com, 50 kepala keluarga asal Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu NTT menempati 50 unit rumah layak huni bantuan pemerintah pusat yang dibangun di lokasi transmigrasi UPT Sanabibi.

Bantuan perumahan tahun anggaran 2015 itu diperoleh atas usulan seluruh elemen masyarakat Desa Dafala, yang bertujuan untuk mengatasi perumahan yang tidak layak huni. Melalui program ini pula, otomatis dapat mengurangi rumah layak huni di Desa Fafala, mengatasi kemiskinan sekaligus membantu memberlakukan pemberdayaan masyarakat translok dan sekitarnya melalui pembinaan lima hingga enam tahun mendatang.

“Pemerintah mengapresiasi pembangunan 50 unit rumah layak huni yang tepat waktu sehingga masyarakat dapat menempatinya saat ini. Pemerintah senang, masyarakat pasti lebih senang lagi, terima kasih banyak kepada Menteri PDT yang telah membantu masyarakat disini” ungkap Bupati Belu, Willybrodus Lay disambut gembira tepukan tangan meriah warga Dafala di acara Peresmian Penempatan Warga di Lokasi Transmigrasi UPT Sanbibi, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur. Rabu, (14/12/2016).

Disampaikan pula, dengan ditempatinya 50 unit rumah layak huni oleh warga, pemerintah berharap dapat terjadi perubahan pola hidup masyarakat dari sebelumnya.

“Kita akan bangun lagi tambahan rumah layak huni dengan catatan 50 kk awal sudah harus hidup lebih baik, sehingga bisa ada tambahan 50 unit rumah layak huni lagi,” tandas Bupati Willy.

Terkait dengan uang pembersihan lahan, Bupati Wily menegaskan agar warga dapat memanfaatkan pekarangan yang ada untuk menanam ubi ungu, anggur, lombok dan tanaman ekonomis lainnya untuk dapat menunjang pendapatan perekonomian keluarga.

“Pemerintah akan membantu 2 pohon anggur per kk untuk dikembangkan diwilayah translok. Secara teknis pemerintah akan membantu membimbing masyarakat tentang budidaya anggur hingga tingkat pemasarannya,” tukas Willy Lay.

Menteri PDT juga sudah menyiapkan bibit lombok yang dijanjikan untuk dikembangkan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.
“Selain menanam ubi ungu dan anggur, masyarakat disini juga harus menanam lombok. Bantuan seperti perlu kita apresiasi dengan menanamnya untuk kebutuhan masyarakat sendiri dan tahun depan Menteri PDT akan melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat di wilayah transmigrasi ini,” katanya.

Terkait ketiadaan air di daerah Transmigrasi UPT Sanabibi, Bupati Willy meminta agar dibangun dua unit embung untuk menampung kebutuhan air bagi penduduk di wilayah transmigrasi. Masyarakat juga diminta agar bekerja 8 jam perhari untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya sangat yakin, apabila masyarakat bisa bekerja selama 40 jam per minggu, tentunya kehidupan warga disini akan cepat berubah, karena segala keperluan rumah tangga akan terpenuhi apabila kita disiplin dan bekerja keras,’’ tandasnya.

Informasi yang dihimpun, Pembangunan Pemukiman Transmigrasi di UPT Sanabibi di danai oleh Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI berdasarkan usulan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2015. Usulan-usulan tersebut dilengkapi dengan ; 1) Dokumen usulan masyarakat Desa Dafala, Tomas, Kepala Desa, dan Camat bahwa di Dusun Sanabibi masih terdapat lahan tidur yang belum dimanfaatkan dan bisa dibuatkan pemukiman. 2) Adanya perencanaan teknis yang di danai oleh APBD pada tahun 2014 dan 3) Surat Pernyataan Bupati tentang kesanggupan untuk menerima dana tugas pembantuan dari Kemendes PDT dan Transmigrasi RI.

Sarana dan prasarana yang sudah dibangun tahun 2016, yakni : Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) sebanyak 50 unit ; Jalan poros 1 km, jalan desa/lingkungan 1,75 km ; Jembatan semi permanen 1 unit; Gorong-gorong 36 meter; Balai desa 1 unit ; Gudang unit (fungsinya menampung bantuan-bantuan selama masa pembinaan transmigran), karena bantuan jaminan hidup akan diberikan selama satu tahun. (berupa beras dan non beras) dan rumah petugas.

Untuk tahun anggaran 2017 akan dibangun lagi RTJK sebanyak 50 unit. Jalan sisa yang akan dibuat pada tahun 2017 adalah sepanjang 1,4 kilometer. Jembatan semi permanen sebanyak 2 (dua) unit, gorong-gorong sepanjang 37, 5 kilometer, juga dibangun Pustu, Kantor UPT, dan embung.

Selain Bantuan Sarana Prasarana Yang Dibangun, Juga Diberikan Bantuan Pemberdayaan Berupa : 1) Uang Pembersihan Lahan Pekarangan Sebesar 500 Ribu Per Kk. (Pembersihan Lahan Seluas 20 X 30 Meter Persegi Diharapkan Dapat Diolah Secara Keseluruhan) ; 2) Jaminan Hidup Beras dan Non Beras (selama 12 bulan warga transmigrasi mendapat jatah beras per kk/bulan sebanyak 42,5 kilogram); 3) Perbekalan transmigran berupa alat-alat pertanian (sekop, linggis dan sebagainya), alat tidur berupa kelambu (tiap kk 2 kelambu), penerangan, peralatan dapur (piring, tempat nasi, wajan dan lain-lainnya) dan alat-alat pertukangan. Kemudian ada juga bantuan alat seni budaya berupa 4 buah gitar, sound sistem dan lain sebagainya).

Pada tahun 2017 nanti akan di berikan juga bantuan bibit-bibitan sesuai dengan kebutuhan masyarakat transmigran (Masyarakat memiliki sawah akan diberikan bantuan bibit padi dan yang punya kebun kita beri bibit jagung. Pihak Pemerintah Kabupaten juga akan programkan untuk menanam ubi ungu, bawang, dan nenas). Pembinaannya akan berlangsung selama kurun waktu 5 sampai 6 tahun. Pembenahan wilayah translok akan terus di danai oleh melalui Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.

Disamping pembinaan selama 5 tahun, keterlibatan dinas terkait seperti PU, Kesehatan, Pendidikan sangat dibutuhkan perannya yang berkaitan dengan pembangunan SD dan Pustu sehingga Pemerintah dapat menempatkan petugas kesehatan dan guru di wilayah transmigrasi.

Secara Nasional, program pembangunan transmigrasi sesuai dengan komitmen Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI bahwa di seluruh Indonesia hanya dua Kabupaten perbatasan yang diprioritas yaitu Kabupaten Belu (Provinsi NTT ) dan Kabupaten Sanggau di Kalimantan Utara. Pihak Pemerintah merespon komitmen Pemerintah Pusat dengan melakukan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT), yaitu Kawasan Lasiolat Raihat dan Kawasan Tasifeto Mandeu.(Hsb/Nus Feka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here