Demi Tutupi Belang Jaksa Wisnu Atmiko,SH Tebar Fitna Pada Wartawan

0
879

KARAWANG-Zonadinamika.com. Wisnu Atmiko,SH salah seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan negeri Karawang,dan disebut-sebut sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam kasus penganiayaan,sebagai mana hasil laporan oleh Refi Tumanggor di Polres Karawang bernomor STTL/967/V/2016/JABAR/Res.Krw tertanggal 07 Mei 2016.

Dalam perjalanan kasus yang sempat mengundang banyak pertanyaan masyarakat,berhubung berkas kasus ini cukup lama mengendap di lingkungan Polres Karawang,hal itu terjadi diduga bahwa penegakan hukum di Karawang masih tergantung pada banyaknya uang yang harus mengalir pada kantong-kantong oknum penegak hukum.

Upaya penggembosan hukum di lingkungan kejaksaan dalam kasus 170 KUHP ini, ada oknum jaksa diduga berupaya melakukan lobi-lobi pada tersangka, Pasalnya, hasil pengintaian wartawan zonadinamika.com terhadap gerak-gerik Wisnu dengan Sahata Harianja dalam kasus penganiayaan tersebut telah melakukan pertemuan terselubung hingga dua kali, pertama di sumarecon Bekasi dan restoran alam sari kawasan BIC tanggal 20/09/2016 berkisar jam 10 sampai jam 12 siang yang disaksikan langsung oleh wartawan zonadinamika.com.

Wisnu dengan memakai kemeja lengan pendek dengan warna gelap dan menenteng tas pinggang, melakukan bincang-bincang dengan Sinaga di sebuah ruangan dan dilanjutkan pertemuan dengan keluarga korban bersama terdakwa Harianja yang memakai kaos merah di ruang utama restoran alam sari yang berada di kawasan industry BIC.

Usai pertemuan Wisnu sempat mondar mandir dalam ruangan restoran sambil menelepon, sementara Harianja usai membayar pesanan langsung meninggalkan restoran yang kemudian di susul oleh Wisnu,sementara keluarga korban tinggal dalam restoran.

Keluarga korban penganiayaan asal Bandung ketika ditemui wartawan di restoran alam sari,mengakui bahwa dirinya duduk bersama antara Wisnu,Harianja,Sinaga adalah untuk membahas soal rencana perdamaian antara Repi Tumanggor dengan terdakwa HRJ dan bantu oleh JPU Wisnu

Wisnu ketika di konfirmasi di kantin pengadilan negeri (PN) Karawang 23/09 seputar pertemuan yang dilakukanya dengan terdakwa Harianja bersama Sinaga selaku kuasa hukum dan seorang keluarga Tumanggor sebagai korban penganiayaan, Wisnu mengelak bahwa pertemuan tersebut hanyalah membahas bisnis bersama Sinaga, pertemuan di jam kerja tersebut hanya sebatas membicarakan bisnis, bahkan dirinya tidak mengetahui bahwa HRJ sedang dalam proses hukum di kejaksaan.

“Saya hanya bertemu dengan Sinaga untuk membahas soal bisnis,dan saya tidak bertemu dengan Harianja dan keluarga Tumanggor apalagi membahas soal perkara penganiayaan antara Harianja dengan Tumanggor, apa salah bila saya berbisnis? Ayo di mana salahnya? Bahkan mengaku tidak merasa takut bila dilaporkan pada atasanya,jawabnya kalah itu.

Kini muncul kembali tudingan atau fitna dari mulut oknum jaksa ini, sejalan dengan upaya desakan media zonadiamika.com pada pihak penegak hukum, berbuah fitna, hal itu di lakukan oleh Wisnu dan diduga untuk menutupi mental kotor yang di perankan dalam kasus 170 KUHP yang sedang di tangani.

Diduga oknum jaksa ini berhasil dipengaruhi oleh sejumlah pihak demi keuntungan dalam perkara tersebut,

“Saya tidak dilibatkan dalam penanganan kasus HRJ, apalagi sebagai Jaksa Penuntut Umum”, jawabnya dengan nada tinggi.

Disinggung dirinya sebagai aparat penegak hukum berada di restoran pada jam kerja bersama salah seorang pengacara dan terdakwa yang sedang berperkarah dilingkungan kejaksaan negeri Karawang, WISNU yang sempat bernada tinggi, langsung diam dan tidak bisa memberikan jawaban sambil otak-atik HP miliknya,dan berlalu dengan alasan ingin bersidang.

Untuk di ketahui, terungkap kebohongan Wisnu yang mengaku tidak mengetahui bahwa HRJ sedang status terdakwa. Bahkan Wisnu menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa HRJ sedang berperkarah.

Lebih konyol lagi, Wisnu pada Ketua LSM Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu (GSMB) berupaya menyakinkan bahwa dirinya telah bekerja semaksimal mungkin dalam penegakan hukum, lewat pembincanganya Wisnu nekat menebar fitna pada wartawan yang berusaha menganjal perdamaian dengan tujuan,bahwa kasus tersebut harus disidangkan karena sudah menerima biaya pada pihak korban untuk alasan oprasional sidang.

“Kedua oknum BDM,SLT itu berusaha menganjal perdamaian,sebab sudah memintah uang dari korban dengan alasan biaya operasional sidang yang sudah berjalan 15 kali, padahal belum sidang,jadi kedua oknum tersebut kebingungan, ditahanya berkas di Polres juga sengaja membuat kedua oknum tersebut agar kebingungan,tapi percayalah berkas ini akan saya proses dengan baik” terang Wisnu pada Marjun ketua GSMB.

Sahata Harianja dan Fransciscus kini lolos dari tahanan badan di Polres dan kejaksaan Karawang, kedua tersangka kini tahanan kota oleh Kajari Karawang dengan alasan ada jaminan.

Guna melakukan klarifikasi pernyataan konyol oleh Wisnu, Zonadinamika.com berusahan menghubungi ,baik via pesan singkat dan telepon, Wisnu tidak memberikan jawaban.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here