Pengunjung Terapi Nuga Best Porong, Di Duga Jadi Kelinci Percobaan

0
2542

SIDOARJO-Zonadinamika.com Semua bentuk alat terapi kesehatan seharusnya diuji secara klinik terlebih dahulu, sebelum dilempar ke masyarakat, karena kondisi setiap manusia itu belum tentu sama, dengan takaran yang disesuaikan kondisi pasien, sedangkan kondisi pasien dapat ditentukan, setelah menjalani proses pemeriksaan dan diagnosa yang dikeluarkan oleh dokter ahli atau spesialis.

Tempat penjualan alat terapi kesehatan Nuge Best di Porong Sidoarjo yang berseberangan dengan sekolah Kumala Bhayangkari ini, di percaya masyarakat mampu mengobati beberapa penyakit, dengan cara memperaktekan alat tersebut kepada setiap pengunjung yang memiliki keluhan kesehatan secara gratis alias tanpa dipungut biaya.

Seperti salah satu pengunjung Emmy warga Mlaten Krembung Sidoarjo yang kesehariannya membuka warung, dirinya datang ke tempat itu untuk mencoba alat terapi kesehatan di Best House Porong.

Emmy mengaku sudah dua kali di tempat itu, yang berakhir dengan kaki kanan kiri bagian tumit melepuh, padahal dirinya hanya mengeluhkan lambungnya,” saya sudah dua kali ke tempat itu, tapi kok malah kaki saya lecet seperti terbakar,” ucap Emmy.

Lebih lanjut Emmy menerangkan ,” kemarin lusa, Siti yang mengaku meneger pihak terapi Best House datang ke rumah saya dan memberikan uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu untuk biaya pengobatan kaki saya, namun keluarga saya menolak,” terangnya.

Disisi lain, Wiko yang mengaku sebagai staf penjualan alat kesehatan, saat dikonfirmasi,” tempat ini hanya menjual alat mas, ada ijin dagang, dan kami bukan klinik,” ujarnya.

Di tambahkan Wiko, terkait Emmy korban alat tersebut ,”mereka datang sendiri mas, dan setiap hari kami kedatangan tamu hingga 200 orang, mereka untuk mencoba alat,” tandasnya.

Lebih jauh lagi, Tri Priyono, S.H. Kepala Sie. Hak Cipta dan Merk Kanwil Jatim menjelaskan,”Bentuk barang apapun yang tidak memiliki ijin pada dinas terkait itu namanya barang ilegal, mas” jelasnya.

Tri Priyono, S.H. melanjutkan ,”Jika barang itu diterima lalu digunakan kepada pasien sama halnya seperti ‘penadah’ barang ilegal” tambahnya juga selaku penyidik Hak Paten di MENKUMHAM Kanwil Jawa Timur.

Terkait hal ini patut diduga adanya malpraktek yang dilakukan pada pengunjung, sebagai kelinci percobaan, dengan berdalih memberikan fasilitas, mencoba alat terapi kesehatan secara gratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here