Ketum LSM STRATEGI M. Yusuf Siregar: Dukungan Stakeholder Penentu Keberlangsungan PDAM Tirtanadi

0
461

MEDAN-Zonadinamika.com. Maraknya isu yang berkembang akhir-akhir ini seputar kinerja PDAM Tirtanadi yang dipimpin Sutedi Raharjo selaku Direktur Utama (Dirut) dibantu 3 Direksi bidang lainnya, bila tidak segera ditanggapi dimungkinkan menjadi masalah yang dapat mengganggu konsentrasi berujung terhambatnya kelancaran aktifitas PDAM Tirtanadi itu sendiri dalam melayani kebutuhan air minum masyarakat pelanggan kata Ketua Umum LSM STRATEGI M. Yusuf Siregar di sela-sela kegiatan HUT RI ke – 71 yang digelar Komcat (Komisariat Kecamatan) LSM STRATEGI Medan Amplas, Sabtu malam (27/8).

Lebih lanjut M. Yusuf tokoh pemuda yang akrab disapa Boy Siregar mengatakan bahwa dengan beredarnya isu menyangkut kinerja BUMD penyedia jasa air minum milik rakyat Sumut sebagai responsif masyarakat di era reformasi yang sarat keterbukaan seperti saat ini merupakan hal wajar, munculnya reaksi pertanda tingginya kepedulian masyarakat pelanggan sebagai salah satu stakeholder (pemangku kepentingan) terhadap keberlangsungan PDAM Tirtanadi yang memiliki tujuan pokok sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Provsu Nomor 10 Tahun 2009 yakni untuk mengelola dan menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk mengembangkan Perekonomian Daerah, meningkatkan Pendapatan Daerah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan memberikan pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Jika isu yang berkembang tidak segera diklarifikasi tentunya akan menimbulkan dampak ataupun penilaian negatif terutama bagi masyarakat yang awam mengenai hal itu (isu-red) pastinya langsung percaya, padahal isu tersebut tidak terjamin kebenarannya. “Membiarkan isu sama halnya mengundang malapetaka!” ucap Boy Siregar, “Harus secepatnya diklarifikasi,” lanjutnya.

Boy Siregar mengimbau Direksi PDAM Tirtanadi membentuk Kelompok Kerja (POKJA) dengan merekrut perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan stakeholder internal maupun eksternal PDAM Tirtanadi hingga bersinergi serta saling menjunjung tinggi profesionalisme, agar setiap permasalahan yang dihadapi dalam tanggungjawab pelayanan untuk menjamin kualitas, kuantitas, kontiunitas dan keterjangkauan (peningkatan cakupan pelayanan) air minum bagi masyarakat Sumatera Utara dapat diminimalisir. Termasuk kemungkinan masalah yang timbul dalam rangka mewujudkan komitmen PDAM Tirtanadi dan Pemko Medan mensukseskan Program Nasional “100 – 0 – 100”, yaitu Target mencapai 100% Akses Pelayanan Air Minum, 0% kawasan pemukiman kumuh, dan 100% Akses Sanitasi Layak pada tahun 2019 dikarenakan minimnya sosialisasi juga pemahaman masyarakat dan stakeholder.

Selaku pemberi keputusan (Decision Maker) di PDAM Tirtanadi, Sutedi Raharjo tidak perlu ragu mengambil langkah kebijakan untuk membenahi perusahaan warisan kolonial Belanda yang dibangun pada tanggal 8 September 1905 dan telah menjadi hak Pemda Sumatera Utara, asal regulasi maupun payung hukumnya jelas. Hindari kemungkinan adanya campur tangan (intervensi) dari pihak yang tidak berkompeten, yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi ataupun bisnis semata tanpa peduli prestasi kerja apalagi resiko yang mengancam (Sutedi-red) bila terbukti melakukan pelanggaran ketentuan yang berlaku.

“Terutama belakangan ini, sejalan dinamika perkembangan globalisasi PDAM Tirtanadi sebagai instansi pelayanan publik sering dihadapkan dengan beragam polemik mulai pendistribusian dan ketersediaan air minum bagi konsumen sampai indikasi suap jabatan, bahkan terkadang melahirkan konspirasi juga isu bernuansa politis yang menuntut kejelian intelektual dalam menyikapi kondisi yang boleh dikatakan ‘rawan’ ini guna menghindari jeratan hukum yang mengintai di balik kemegahan gedung yang terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 1 Medan tersebut,” papar Boy.

Selanjutnya Boy Siregar mengajak lapisan masyarakat dan stakeholder PDAM Tirtanadi juga seluruh kader (jajaran Boy-red) dari berbagai Dewan Pimpinan LSM STRATEGI khususnya di kota Medan dan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Deli Serdang memantau kinerja manajemen perusahaan BUMD pengelola air minum milik rakyat Sumut ini dalam bentuk pendukungan demi keberlangsungan PDAM Tirtanadi ke depan. (Abdurrahman Sinaga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here