PPSE Minta Pemda Belu Buat PERDA Perlindungan Perempuan

0
479

ATAMBUA, NTT-Zonadinamika.com, Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi (PPSE) Keuskupan Atambua melalui Koordinator Program Maju Perempuan Indonesia untuk penanggulangan kemiskinan, Mikhael Leo Bata menyampaikan bahwa pihak PPSE lewat program mampu saat ini akan fokus perhatian pada hak-hak kaum prempuan dan peranan kaum prempuan dalam masyarakat atau danger. (Kamis, 18/8/16).

Menurut Mikhael, pihaknya juga akan mendorong kegiatan prempuan mampu ini lewat pemberitaan media untuk membantu memberitakan dan menghidupkan kembali lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sehingga masyarakat perempuan miskin yang ada di desa juga bisa tau tentang bagaimana keberadaan perempuan desa dengan setiap kegiatan yang ada di desa.

PPSE juga sudah melakukan kegiatan di wilayah Kabupaten Belu dengan program mampu sejak 2014 sampai dengan sekarang yang sudah menghasilkan salah satu regulasi yang sudah di dorong ke DPRD Kabupaten Belu adalah Perda Perlindungan Perempuan Kabupaten Belu dan diharapkan juga akan ditetapkan pada sidang I DPRD pada Bulan Agustus ini.

“setelah lahirnya perda kita akan dorong regulasi Peraturan Bupati Tentang Perlindungan Perempuan Kabupaten Belu, oleh karena itu kita dorong Pemerintah Desa untuk buat peraturan desa yang merujuk pada Peraturan Daerah yang sudah ada tersebut,” Katanya.

Mikhael juga mengharapkan, bahwa lahirnya Perda Perlindungan Perempuan Kabupaten Belu ini dengan setiap perencanaan dan penganggaran yang di lakukan disetiap desa sampai kabupaten berprespektif danger artinya berpeluang untuk kaum prempuan sehingga pembangunan tidak berfokus saja pada pembangunan fisik.

Lanjutnya, hasil dari study banding DPRD Belu baru-bari ini juga harus disampaikan ke Kabupaten, sehingga perlu dihidupkan kembali lembaga P2TP2A dan DPRD harus melakukan keberpihakan kepada perempuan dan DPRD yang prempuan harus bisa berbicara terkait kasus perempuan dan membela Hak-hak kaum prempuan di Kabupaten Belu,” Pungkasnya. (Nus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here