Arist Merdeka Sirait Bersama Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Untuk Bayi Tanpa Anus

0
509

MEDAN,Zonadinamika.com. Aksi solidaritas Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait turun ke jalan untuk mengetuk hati banyak orang yang melintas.

Aksi solidaritas ini dilakukan guna membantu balita bernama Karniawan Nasution, warga Desa Muara Bangko Kecamatan Rantau Baik, Kabupaten Madina yang lahir tanpa anus, usus terburai dan tanpa testis.

Aksi solidaritas yang dilakukan bersama mahasiswa, digelar di lampu merah depan Kantor Dispenda Sumut Jalan SM Raja Medan, Kamis (28/7/2016).

Arist membawa satu kotak kardus dan spanduk mendatangi satu persatu para pengendara untuk menyisihkan rezekinya, untuk membantu balita tersebut.

Menurut Arist, aksi yang dilakukan sebagai kritikan keras terhadap Pemkab Mandailing Natal, yang tidak peduli dengan warganya.
Padahal, Pemkab Madina hanya tinggal membuat surat rujukan untuk menjamin perobatan, karena kedua orang tua balita itu belum memiliki kartu BPJS atau Indonesia Sehat.

“Kita meminta kepedulian masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Madina untuk Karniawan. Saat ini Karniawan sedang rawat jalan di RS Pirngadi,” kata Arist.

Pihaknya akan terus mengawal bantuan terhadap Karniawan. Selain itu, jika Pemkab Madina belum memberi respon, Karniawan akan dibawa ke Jakarta untuk operasi.

“Kita beri waktu satu minggu. Jika tidak ada respon dari Pemkab Madina, maka kita akan bawa anak ini ke Jakarta untuk diobati,” ucapnya.
Arist juga sempat mengunjungi Karniawan yang terpaksa menginap bersama kedua orang tuanya di Sekretariat Himpunan Keluarga Besar Mandailing, di Jalan Pembangunan Baru, Medan.

Orang tua Karniawan, Karnan Nasution mengaku, sudah berkali kali meminta bantuan Pemkab Madina, namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.

“Kami terpaksa membawa buah hati kami ke Medan untuk mendapatkan pertolongan,” jelasnya.
Ketua PMII Medan, Ali Hanafiah Baamar mengatakan, aksi solidaritas ini dilakukan karena balita itu dari keluarga miskin, sehingga tidak mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

“Kita berpartisipasi membantu Karniawan agar dapat berobat sesegera mungkin,” pungkasnya. Karniawan merupakan balita berusia sekitar 15 bulan, yang lahir tanpa tanpa anus, usus terburai dan tanpa testis.

Saat ini Karniawan masih rawat jalan di RS Pirngadi, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Panyabungan.
Karniawan setidaknya harus menjalani beberapa kali operasi lagi agar dapat sembuh dari sakit yang dideritanya. (btk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here