Bocah Asal Karawang Dengan Berat Badan Dua Kuintal di Tangani 13 Dokter Ahli

0
595

BANDUNG,Zonadinamika.com. Arya.. Kamu harus bisa, semangat yaaa.. Chayooo!! Terimakasih Dirut RSHS dan jajarannya , Ketua Tim Dokter Penanganan Anakku Arya Permana dan jajarannya, Kadinkes Prov. Jawa Barat.

Kadinkes kab. Karawang , camat Tegalwaru …. untuk keluarga Arya tetap support Arya dan terapkan pola hidup sehat, pola makan, serta perhatian lebih demi suksesnya program penurunan berat badan ideal untuk arya, pesan bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melalui status face booknya.

Penyampaikan pesan tersebut, usai mengantar Arya Permana (10), bocah asal Karawang Karawang, Jawa Barat memiliki bobot hampir dua kuintal, dengan berat badan tersebut, membuat mata pemerintah Karawang terharuh, pihak pmerintahpun berupaya memberikan pelayanan pada Arya memalalui tenaga medis.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Senin (11/7) siang, mengantar langsung Arya untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Arya tiba di RSHS diantar ibu Bupati Karawang “Tadi siang AP datang diantar Bupatinya langsung,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dr Nucki Nursamsyi SpOT, saat dihubungi Merdeka Bandung, Senin (11/7).

Ia menyebutkan, kedatangan Arya ke RSHS sudah keduakalinya. Sebelum lebaran, AP sempat menjalani perawatan di RSHS selama tiga hari.

“Ia kemudian pulang karena mau lebaran. Setelah itu kembali lagi ke sini untuk menjalani perawatan lebih lanjut,” tutur dokter spesialis tulang ini.

Pada perawatan pertama, berat badan Arya sempat turun tiga 3 sampai 4 kilogram. Namun kini berat badannya naik kembali. Nucki menduga, berat badan Arya meningkat karena pola makan pasca-lebaran.

“Sekarang berat badannya hampir 200 kilogram. Kemarin saat di sini sempat turun. Lalu pulang lebaran naik lagi. Kelihatannya pola makan kurang bagus,” terangnya.

Kini, RSHS sudah menyiapkan program menangani Arya. Dia sendiri menderita penyakit obesitas morbid (morbid obesity), yakni obesitas ekstrem. Jika tidak cepat ditangani, penyakit ini dapat mengundang penyakit berbahaya lainnya atau komplikasi.

Rencananya, Arya akan dirawat selama dua pekan. RSHS sudah menyiapkan program perawatan dan terapi khusus. “Target pertama kita menurunkan berat badan,” kata Nucki.

Akibat berat badan berlebih, Arya kesulitan berjalan dan mengalami sesak saat bernafas. Sehingga penurunan berat badan menjadi prioritas pertama RSHS.
Sekarang Arya akan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama 2 pekan.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengerahkan 13 dokter ahli untuk menangani Arya Permana (10). Bocah asal Karawang yang memiliki berat 190 kilogram yang dikategorikan obesitas ekstrem.

“Kita sudah membentuk tim khusus, ada 13 ahli yang terlibat,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Nucki Nursamsyi SpOT, Senin (11/7).

Sebanyak 13 anggota tim terdiri dari dokter spesialis anak berbagai bidang, yakni bidang endokrin atau hormon, bagian tumbuh kembang, bagian giji klinik, bedah anak.

Bahkan bagian kedokteran jiwa (psikiatri) dan ortopedi (tulang) juga ikut dilibatkan. “Jadi 13 keahlian di situ terlibat,” ucapnya.

Menurutnya, psikiatri ikut dilibatkan untuk mengobati dari sisi kejiwaan atau psikologi. Pasien dengan obesitas, kata dia, akan rentan mengalami depresi.

Keterlibatan banyak dokter mengingat obesitas yang dialami Arya berjenis morbid obesity. Morbid obesity merupakan penyakit obesitas yang terbilang langka, cirinya berat badan yang ekstrem.

Untuk diketahui, bobot ideal anak seusia Arya seharusnya masih di bawah 50 kilogram. Kalaupun kegemukan itu maksimal dua kali lipat dari orang kebanyakan.

Tapi Arya justru kini memiliki bobot 190 kilogram. Dengan kondisi tersebut, pasien dikhawatirkan mengalami banyak gangguan penyakit yang berbahaya (komplikasi).

“Kita akan melakukan pengecekan secara keseluruhan karena takut ada kelainan atau komplikasi akibat penyakit gemuknya itu,” terangnya.

“Jadi ini bukan obesitas biasa, morbid obesity istilahnya. Itu obesitas yang ekstrem sehingga membahayakan, bisa menimbulkan komplikasi ke sistem atau organ lainnya,” tandasnya.

Contoh komplikasinya antara lain kencing manis, sakit jantung, dan penyakit-penyakit pertumbuhan lainnya. Arya dalam beberapa hari ke depan akan mengikuti program yang dibuat RSHS. Rumah Sakit pelat merah itu akan membuat berat badan anak pasangan Ade Somantri dan Rokayah menjadi berkurang.

(zd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here