Warga Menangis, Surabaya Dilanda Banjir

0
846

SURABAYA, Zonadinamika.com. Hujan deras mengguyur Kota Surabaya selama beberapa jam, hingga menyebabkan Kota Pahlawan ini dilanda banjir pada Senin (30/5) kemarin. Seperti yang ramai diwartakan Media, Surabaya banjir dan Wali Kota Surabaya mengaku senang. Sungguh ironi yang dialami warga Surabaya.

Aneh, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya malah mengaku senang atas banjir melanda Kota Surabaya, seperti yang dilansir Liputan6.com, Rabu,1 Juni 2016, kemarin. Risma harus meralat statement yang diucapnya.

Dari informasi yang didapat, banjir Surabaya memakan korban jiwa, seperti yang dialami ayah Aditya warga Putro Agung II, Surabaya, putra kedua korban. Ayahnya meninggal dunia ketika banjir melanda Surabaya, Korban membersikan selokan yang tersumbat hingga terpeleset masuk kedalam selokan.

Dilain tempat, Supriyadi (44), sopir truk pengangkut pasir mengatakan banjir ini cukup tinggi, hampir satu meter. “iya mogok mas, biasanya saya lewat sini, untung saja warga gembong tebasan ramah-ramah sampai ikut membantu mendorong truk saya”, ujar pria kelahiran kediri.

“Disini seringkali banjir ketika hujan turun, tetapi baru kali ini banjirnya tinggi hampir satu meter, lho mas. Padahal saluran disini masih ada pembenahan pemkot. Bapak sopir tadi, gak tau kalau ada trotoar di tengah jalan, biasanya sopir pengangkut pasir itu lewat sini”, kata Dulasir (28), warga Gembong Tebasan, Surabaya.

Menurut Zaenal M. Ketua DPD LSM ICON RI menjelaskan banjir melanda Surabaya bukan disebabkan warga. ”melainkan itu kelalaian SATKER disetiap SKPD, misal kalau masyarakat buang sampah sembarangan baik dijalan maupun disungai, pasti ada satgasnya seperti di jalan ada petugas penyapuan jalan sedangkan disungai ada petugas pematusan untuk normalisasi, mustahil dampak yang disebabkan masyarakat”, urainya.

”Terutama SATKER bidang pengawasan dan pengendalian Pematusan Surabaya, dampak banjir Surabaya diduga disebabkan dari kegagalan konstruksi saluran yang tak berfungsi. Seperti salah satu saluran yang berada di Kedinding Lor, padahal pekerjaan saluran itu Tahun Anggaran 2015, belum satu tahun sudah rusak dan saluran tersebut tidak menyambung ke Kali Kedung Cowek. Coba kamu investigasi kesitu”, tuturnya.

Dari penelusuran dan data yang dihimpun ZD dilapangan, Saluran Kedinding Lor mengalami rusak, ada 4 titik plat beton saluran yang rusak dan ambles serta aspal jalan yang bergelombang. Diduga rusaknya saluran Kedinding Lor dari progres pekerjaan lantai kerja yang tak terlaksana.

“Tutup saluran anjlok masuk kedalam selokan ada juga tutupnya rusak, untung warga punya inisiatif, memberi tanda untuk yang rusak-rusak agar pengendara dan pejalan kaki tak sampai terperosok”, ucap Angga (34), warga Kedinding Lor, kemarin (2/6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here