Water Front City Di Kuala Kapuas

0
671

Kuala Kapuas-Zonadinamika.com. Berdasarkan Undang-undang 38 tahun 2011 tentang Sungai, menyatakan bahwa sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditentukan paling sedikit berjarak 3 m (tiga meter) dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai.

Kondisi yang berbeda jika mengunjungi pinggiran sungai Kapuas Murung tepatnya di Jl. Kapuas Kelurahan Selat Hulu Kecamatan Selat, kawasan ini merupakan kawasan padat penduduk dan merupakan pemukiman asal di Kuala Kapuas. Banyak terdapat rumah-rumah tua yang terbuat dari kayu dibangun dipinggiran sungai dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jalan aspalnya pun sudah rusak berat akibat erosi.

Dengan usia Kabupaten Kapuas yang sudah memasuki 210 tahun, daerah pinggiran sungai ini sudah mengalami degradasi dan penurunan kualitas lingkungan. Pemerintah Daerah kab. Kapuas tentunya akan memperhatikan kondisi ini yakni untuk menata kawasan tersebut. Program penataan kawasan, rencananya kearah water front city, sesuai dengan karakter Kab. Kapuas yang merupakan kota air.

Maria Susana Natalestari selaku Kabid Cipta Karya PU Kab. Kapuas menyatakan “Pemkab. Kapuas memiliki rencana untuk melakukan revitalisasi kawasan pinggiran sungai Kapuas Murung , namun kembali ke masyarakat, jika masyarakat sudah aware, mari kita sama-sama cari solusinya. Penataan kawasan ini merupakan PR kita bersama yang harus dibereskan. Yang akan memfasilitasi adalah Direktur Pengembangan Pemukiman dari Dirjen Cipta Karya dan juga APBD Kab. Kapuas”.

Salah alternatif solusi yaitu melakukan relokasi warga yang menempati kawasan tersebut. “Saya selaku warga disini, setuju saja jika dilakukan relokasi, yang penting itu tempat tinggal yang pantas dan layak” ujar H. Abdullah.

Jahran, salah seorang warga juga mengungkapkan hal yang senada “ Jika Pemerintah memiliki rencana untuk melakukan revitalisasi, kami harapkan segera dilakukan”. (Angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here