Ketua TP PKK Membuka Lomba Tari Manasai dan Tari Nusantara

0
872

Kuala Kapuas – Zonadinamika.com. Dalam rangka meningkatkan kecintaan dan melestarikan kesenian Indonesia dan sebagai ajang persiapan menuju Pembuat Rekor Prestasi/Rekor Muri dengan ditarikan oleh 5000 peserta, maka Panitia Penyelenggara yang bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kapuas mengadakan Kegiatan Lomba Tari Manasai dan Tari Nusantara Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Tahun 2016.

Kegiatan lomba tersebut di buka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas selaku Pembina Upacara Ny Ary Egahni Ben Bahat SH, disertai dengan penyematan tanda peserta, Senin (15/2) Pagi di Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas. Nampak hadir, Sekertaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Drs Suwarno Muriyat beserta jajaran, Kakak-kakak Pembina Pramuka, Guru-guru sekolah SD/SMP/SMA dan peserta lomba.

Ketua TP PKK selaku Pembina Upacara dalam sambutannya menyampaikan secara khusus kepada anak-anak peserta lomba untuk bagaimana menjaga kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan tetapi yang lebih penting bagaimana untuk menanamkan sejak usia dini menjadi pribadi yang istimewa, hal tersebut merupakan semangat yang paling berharga dan merupakan pengalaman yang tidak dapat dibeli dengan apapun.

Oleh karena itu, lanjut dia, ia menyampaikan rasa bangga dan bahagianya serta selalu memberikan semangat untuk terus bersama dalam komunitas pramuka karena di dalam pramuka diajarkan bagaimana memiliki kebersamaan, bagaimana memiliki rasa semangat berbangsa dan bernegara serta mengasah diri menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

“Ketika anak-anakku sekolah hal itu mungkin tidak di dapatkan tetapi istimewanya didalam kegiatan pramuka itu didapatkan. Oleh karena itu, jangan bimbang dan ragu untuk ikut dalam kegiatan pramuka, jangan bimbang dan ragu untuk mengambil tiap-tiap kesempatan seperti jika diadakan kemah pramuka anak-anakku harus ambil serta didalamnya,” katanya.

Ary Egahni mengungkapkan beberapa kiat kepada peserta upacara/peserta lomba untuk bagaimana menjadi pribadi yang istimewa. Ia mengatakan kiat yang pertama adalah untuk berani memiliki mimpi, karena ketika memiliki mimpi maka mimpi tersebut akan menjadi panduan, menjadi kompas, menjadi arah bagi anak-anak dalam meraihnya.

Ia menerangkan, mimipi akan tercapai ketika semua memiliki kiat-kiat didalamnya dengan bagaimana memberi warna, memberi arah dalam mimpi, berani memetakan apa yang ingin dilakukan dengan mimpi yang ingin dicapai dan mengenali diri untuk tahu apa yang menjadi potensi dalam diri serta bagaimana mengembangkan potensi tersebut.

Kiat selanjutnya ia menjelaskan bagaimana anak-anak dapat menentukan prioritas hidup dengan terus belajar yang menjadi tugas dan tanggung jawab. Di dalam kiat tersebut, ia mengajak mereka untuk terus menyemangati diri sendiri dalam menentukan prioritas karena ketika seseorang anak mencapai prestasi yang membanggakan orang tuanya, dia akan menentukan prioritas utama dalam hidupnya yaitu rajin belajar.

Ary juga menjelaskan bahwa selain menentukan prioritas, anak didik bahkan semua pihak harus mempunyai nilai dalam hidup. “Orang harus mengenal kita baik teman dan saudara bahwa kita memiliki nilai hidup dan memiliki integritas. Selanjutnya adalah bagaimana anak-anakku memiliki kekuatan untuk memprediksi masa depan bukan berarti menjadi paranormal atau penghayal tetapi kita mampu untuk memetakan diri dan memilih apa yang menjadi masa depan kita,” ungkap.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kakak-kakak pembina pramuka yang telah memfasilitasi serta memberi semangat kepada seluruh anak-anak didik untuk secara bersama-sama memotivasi dan mengumpulkan 5000 anak-anak pramuka dalam memecahkan Rekor Muri Tari Manasai dan Tari Nusantara.

Selain itu, ia merasa bangga dan terharu karena dapat mencurahkan seluruh isi hati dan inspirasi serta kemampuan dalam melukis atau mendesain 5000 batik yang akan dipakau oleh anak-anak pramuka berupa Selendang Batik Khas Kapuas yang didalamnya terdapat 5 Filosofi Warna yaitu Babilem (hitam), Baputi (putih), Bahijau (hijau), Bahandang (merah) dan Bahenda (Kuning). Ia mengungkapkan, filosofi tersebut menggambarkan bahwa semua pihak boleh berbeda-beda baik warna kulit, suku agama, ras dan golongan tetapi semua adalah satu sebagai anak bangsa yang wajib memperjuangkan, mengisi pembangunan terutama di Kabupaten Kapuas.

“Oleh karena itu, ketika penuh dengan kecintaan saya mendesain selendang yang akan dipakai oleh anak-anakku dengan harapan anak-anakku dapat menarikan tarian dengan penuh kecintaan dan penghayatan sehingga ketika Rekor Muri dipecahkan tidak hanya dengan jumlah 5000 peserta tetapi keindahan, kebersamaan dan keanekaragaman dari 5 warna yang ada di dalam batik yang dicurahkan di dalam selendang itu juga dapat dirasakan serta menginspirasi semua penikmat yang dapat menikmati tarian yang di bawakan pada saat HUT Kota Kapuas,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara Lomba H Suparman dalam laporannya mengatakan, tujuan lomba diadakan adalah meningkatkan rasa kecintaan terhadap tarian daerah, memberikan pengetahuan dan informasi macam-macam tarian daerah yang ada di Indonesia dan persiapan menuju pembuatan Rekor Muri. Kegiatan lomba diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 15 Februari sampai dengan 17 Februari 2016 dengan Total Regu berjumlah 70 Regu dan Total Peserta berjumlah 1.408 Peserta terdiri dari Penggalang Ramu (SDN,MI) berjumlah 26 Regu dengan jumlah peserta 520 orang, Penggalang Rakit Terap (SMP,MTs) dengan regu berjumlah 20 Regu dan jumlah peserta 400 orang dan Penegak/Pandega dan SAKA (SMA,SMK, dan MA) jumlah regu 24 regu disertai jumlah peserta 480 orang. (Angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here