Terungkap Saat Pembentukan Gerem Desa. Di duga Penyelenggaraan DD Bilahhilir Menyalah.

0
557

Labuhanbatu. Zonadinamika.com. Gerakan Rembuk Masyarakat Desa (Gerem.Desa) Kecamatan Bilah Hilir terbentuk pada minggu (17/1). Pembentukan kelompok masyarakat itu dilaksanakan melalui musyawarah yang dihadiri penggagas dari desa yang ada dinkecamatan tersebut.

Selain, melaksanakan musyawarah penggagasan pembentukan Gerem Desa sekaligus menyusun personil kepengurusan organisasi itu di kecamatan Bilahhilir. Musyawarah kecil yang di hadiri Ketua dan Sekretaris Pendiri Gerem Desa, Ahmad Fadhly dan Ridwan Nasution juga membahas berkaitan dengan Pelaksanaan Dana Desa di kecamatan tersebut.

Menurut peserta yang hadir, selain tidak melibatkan lembaga desa yang ada di desa, pelaksanaan dana desa terkesan penganggaraan mark up. Seperti di desa Sungai Kaseh, pelaksanaan pengerjaan infrastuktur jalan

“Biaya upah pengerjaan yang diangarkan dalam RAB untuk 3 titik pengerjaan sebesar Rp. 84 juta lebih. Sementara, dri pengakuan pekerja biaya upah hanya sebesar Rp. 23 juta lebih. Berarti dugaan mark upnya Rp 61 juta. Lain lagi pengadaan materialnya.”sebut Jamil.

Berbeda dengan pelaksanaan dana desa di desa Sidomulyo. Menurut perwakilan warga desa yang hadir mengikuti musyawarah pembentukan Gerem Desa tersebut, yang menjadi permasalahan terkait pelaksanaan dana desa di desa itu adalah penempatan lokasi pembangunan yang dinilai kurang sesuai kebutuhan warga serta tidak melibatkan Badan Permusyawaratan desa.

Musyawarah pembentukan Gerem Desa Kecamatan Bilah Hilir yang dilaksanakan di desa Sei. Kasih itu menetapkan Jamil Hamzah sebagai ketua, dan Esman Batu Bara. BA sebagai Sekretaris.

Sekretaris Pendiri sekaligus Bendahara Gerem Desa Lahuhanbatu Ridwan Nasution, dalam arahannya meminta kepada Badan Pengurus supaya membentuk kelompok kerja tingkat desa se. kecamatan Bilahhilir dengan harapan tujuan orgajisasi bisa tercapai.

“Gerem Desa didirikan dengan maksud dan tujuan membantu mensukseskan program pemerintah yang berbasis desa sekaligus sebagai lembaga kontrol sosial di desa. Selain itu, organisasi ini memiliki misi mendorong keikut sertaan masyarakat membangun desa, apa lagi kita ketahui sudah 1 tahun dana desa dilaksanakan, jika kita tidak peduli dengan desa siapa lagi yang kita harapkan untuk peduli. Mari kita bangun desa kita masing-masing”ujarnya.

Di tegaskan Ridwan, organisasi Gerem Desa Labuhanbatu tidak akan mencampuri dan menginterpensi kepengurusan dalam menjalankan upaya kerja organisasi dikecamatan itu. Namun, upaya-upaya dalam mengambil keputusan tidak bertentangan dengan ARD dan ART Gerem Desa.

“Kami pendiri sepakat, pembentukan tingkat kecamatan langsung dibentuk pendiri dan Badan Pengurus Kabupaten, jika dalam menjalankan organisasi terjadi penyimpangan Konstitusi Gerem Desa, kami langsung membekukan kepengurusan. Silahkan bebas melakukan upaya-upaya sosial kontrol dan lainnya, kami tidak akan melakukan interpensi. Tapi, ingat organisasi ini memiliki aturan yang harus di patuhi.”tegasnya. (AFH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here