Mantan Bupati Dukung DEKAT Lanjutkan Gerbang Nun Biru Jilid II

0
577

Nabire Papua, Zonadinamika.com. Tokoh Papua yang juga mantan Bupati Kabupaten Nabire, Drs. Anselmus Petrus Youw, M.Si mengaku prihatin dengan kondisi daerah Nabire beberapa tahun terakhir terlihat tak ada wajah pembangunan dibanding pada masa kepemimpinannya selama 10 tahun (1998-2008).

“Saya tidak bicara dari semua aspek pembangunan, hanya dari sisi wajah kota Nabire ini selama lima tahun kemarin tidak lagi berseri, justru kota ini penuh sampah. Tumpukan sampah dimana-mana, dibiarkan berminggu-minggu di tengah kota Nabire. Itu satu keprihatinan saya, dan jangan lagi ada kenyataan begitu pada periode berikut. Pilih pemimpin harus figur yang terbaik,” tutur AP Youw kepada wartawan di Nabire, Senin (7/12/2015).

Ia beberkan fakta selama lima tahun onggokan sampah di depan dan samping Pasar Karang Tumaritis selalu dibiarkan berserahkan berhari-hari. Di bilangan Oyehe pun sama. Kenyataan tersebut memperburuk wajah kota Nabire.

“Kita lihat selama ini sampah selalu dibiarkan, bau tak sedap tercium hidung orang dan itu ikut mengotori wajah kota. Sayangnya, tidak pernah ada kebijakan untuk tangani sampah-sampah,” sesalnya.

Julukan Nabire sebagai “Kota Sampah”, tegas AP Youw, berbeda dengan dua periode lalu. “Waktu saya bupati, Nabire dijuluki kota berseri, kota emas. Pernah juga dijuluki Kota Gempa, karena memang gempa besar pernah hantam Nabire.

Seluruh bangunan rubuh, tetapi saya berusaha untuk bangkit dari keterpurukan dan merubah wajah kota Nabire. Periode berikut justru hancur, tidak lanjutkan program pembangunan kami,” tutur mantan bupati dua periode dan kini anggota DPRD Nabire periode kedua ini.

AP Youw mau ada perubahan terjadi di Kabupaten Nabire. Ia menghendaki penggantinya pada periode besok harus lebih baik dari satu periode kemarin.

Untuk merubah wajah Kota Nabire, ia berharap rakyat yang berdomisili di 15 distrik tidak salah pilih pemimpin lima tahun ke depan. Maka, ia sedari awal menyatakan dukungan penuh kepada Deki Kayame, SE – Drs. Adauktus Takerubun sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire periode 2015-2020.

“Hanya pasangan ini yang sangat tepat untuk membangun Nabire, melanjutkan program pembangunan rintisan saya selama sepuluh tahun dengan visi Gerbang Nun Biru atau Gerakan Pembangunan Menuju Nabire Baru,” tegasnya.

Diketahui, pada Pilkada Nabire tahun 2015, ada 8 pasangan calon (Paslon). Nomor urut 1 Isaias Douw – Amirullah Hasyim (PDIP, Partai Demokrat), Nomor urut 2 Zonggonau Agus – Isak Mandosir (Perorangan), Nomor urut 3 Ayub Kayame – Suwarno Majid (Perorangan), Nomor urut 4 Deki Kayame – Adauktus Takerubun (Partai Demokrat, PDI-P, PPP, PKS).

Nomor urut 5 Peter FT Warobay – Sunaryo (Perorangan), Nomor urut 6 Yakob Panus Jingga – Melkisedek Florens Isai Rumawi (Perorangan), Nomor urut 7 Hendrik Andoi – Stefanus Iyai (Perorangan), dan Nomor urut 8 Fabianus Yobee – Yusuf Kobepa (Partai NasDem, Partai Golkar).

Dari tangan AP Youw, Paslon yang akrab dengan julukan “DEKAT” ini diserahi tongkat estafet untuk memimpin Kabupaten Nabire. “Saya berikan tongkat kepemimpinan kepada DEKAT untuk melanjutkan Gerbang Nun Biru Jilid II,” ujarnya dengan mantap.

Ia menjelaskan satu dari sekian alasan, bahwa hanya pasangan DEKAT yang dianggap sudah sangat siap memimpin daerah ini.

Sebagai pamong senior, AP Youw menilai Deki-Takerubun figur terbaik saat ini. Meski diakui bahwa Paslon lain pun kadernya, DEKAT bagi AP Youw, figur terbaik pembaharu Nabire.

“Sekarang saya sudah tua setelah lebih dari lima puluh tahun berkarya di Nabire. Kader-kader saya cukup banyak. Deki dan Takerubun maupun calon kandidat lain adalah juga kader saya.

Himbauan saya, mari kita sama-sama pilih pemimpin yang mampu membangun dan melanjutkan pembangunan untuk kepentingan semua kalangan. Rakyat harus pilih figur pembaharu untuk membawa perubahan dibanding lima tahun kemarin, kita ciptakan kembali kota Nabire yang berseri, indah dan ramah untuk semua orang,” tuturnya.

AP Youw juga ingatkan kepada warga 15 distrik agar tidak salah memilih. Pilihan dijatuhkan bukan lantaran dikasih selembar rupiah, alasan hubungan keluarga atau faktor tertentu. Tetapi harus benar-benar dari nurani dengan melihat track record dan prediksi kemampunan figur terbaik memimpin Kabupaten Nabire lima tahun ke depan.

“Dan, itu ada di pasangan DEKAT yang layak dan siap melanjutkan program pembangunan di Nabire,” tegasnya lagi. (Petrus Amoye You)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here