Polisi Tangkap Orang Mabuk “Polisi Tidak di Tangkap Pedagang Miras di Tanah Papua

0
935

Nabire Papua, Zonadinamika.Com—Pemerintah Provinsi Papua seharusnya membuat PERDA’ tentang pemasok MIRAS di Tanah Papua, Larangan Miras ini Perlu di lakukan untuk mengelamatkan Bangsa Melanesia.

Pemprov Berpikir untuk selamatkan Generasi Masa Depan Papua maka Tuhan akan membalas di akhirat. “karena tanah ini sudah diberkati oleh sang Pencipta dan harapan Tuhan, Tanah Papua harus Bersih dari Minuman Ber_Alkohol.

Aparat TNI/POLRI layaknya tangkap Pedagang MIRAS di Papua, karena selama ini yang terjadi di Papua adalah Polisi tangkap Orang Mabuk dan Polisi tidak pernah menangkap orang yang berjualan minuman keras.

“Polisi tangkap Pedagang maka Papua akan Tanah Bersih dari Miras dan adanya Berjualan Miras di Papua maka Orang Asli Papua (OAP) Banyak yang di Bunuh atau di tembak mati oleh Aparat TNI/POLRI.

Warga Kios Panjang yang juga pedagang Pinang di pinggirang jalan, mengatakan saat kunjungan Wartawan Media Zonadinamika.Com, “Orang mabuk tidak salah dan yang salah adalah Penjual Miras di Papua”Katanya.

Lanjut Warga Nabire, Kapan Kah….? Pemerintah Provinsi Papua menutup pintu masuk Miras di Tanah Papua,,?

Terkait Hal ini, Gubernur Papua pernah menandatangani surat kesepakatan bersama yang berisi komitmen pemberantasan Miras dan Pencegahan HIV dan AIDS di Papua pada saat Musyawara besar (Mubes) yang di laksanakan di Nabire 2014 silam.

Usai penandatanganan kesepakatan, Gubernur meresmikan Lembaga Pelayanan dan Perlindungan Masyarakat Wilayah Adat Meepago dari Bahayanya Miras, HIV/AIDS dan Narkoba dengan membuka selubung papan nama serta membasmi minuman keras secara simbolis.

Berdasarkan hal ini Polisi harus melarang beberapa tempat yang beroperasi Dagang Miras di Tanah Papua pada umumnya dan yang lebih khususnya wilayah Meepago di Kota Nabire seperti” Kabarezi, Mata Hari Tokoh Bintang, tokoh minuman di kalibobo dan Tokoh Miras di Jembatan Kembar Segerah ditutup. Tegasnya

Kami di Kawasan wilayah Meepago sudah Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) penanggulangan HIV/AIDS dan Minuman Keras (Miras) di Wilayah Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Mimika) yang dihadiri ribuan peserta dan tamu-undangan, Senin (17/11/14 ), di Gereja Katolik Kristus Raja, Siriwini, Nabire, Provinsi Papua.

Pada hari kamis tanggal (19/11/15) Jam 10:00 malam Waktu Papua, Puluhan Polisi yang berpakaian Coklat dengan senjata lengkap mengejar orang mabuk di sepanjang jalan di Kota Nabire Papua.

Polisi melakukan hal tersebut, supaya niatnya membunuh Orang Asli Papua, karena selama ini yang sering Miras di jalan hanya Orang Papua.

“Mengapa tidak tangkap orang yang jual Miras dan tidak melarang Pemasok Miras di Nabire Papua”

“Polisi tidak Tangkap Orang yang Berjualan MIRAS, karena orang yang Jual adalah Orang Pendatang atau Non Papua”. Maka itu Orang asli Papua harus di Pahami dan sadar supaya di Papua tidak ada hukum yang melindunggi (OAP) walaupun ada Hukum HAM di Tanah Papua.

Sementara itu Polisi menjalankan Suipin Orang Mabuk di sepanjang jalan, orang mabuk melihat Polisi akhirnya melarikan diri dan aparat mengeluarkan tembakan ke arah orang mabuk yang sedang melarikan diri tetapi polisi tidak berhasil menangkapnya.

“di Luar Papua, TNI/POLRI berani mengeluarkan Peluru Tima Panas diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku tetapi di Papua Hukumnya tidak berlaku ya” Tanyanya

Kejadian ini, persis didepan Wartawan Media ini, kalau bisa hal ini harus di perhatikan oleh Pemerintah Provinsi Papua dalam hal Perdakan Pemasok MIRAS di Tanah Papua.

(Petrus Amoye Youw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here