Aduh…! Dana Perawatan Jalan Kabupaten Labuhanbatu Di soal.

0
570

Labuhanbatu.zonadinamika.com. Pembangunan Sarana Jalan menggunakan dana APBD Labuhanbatu baik itu yang sedang dalam proses pengerasan sampai kepada proses peningkatan jalan, berupa peningkatan dengan pengaspalan serta peningkatan jalan rabat beton bisa dikatan pembangunannya sudah sampai kepelosok daerah itu.

Namun, terkesan peningkatan jalan yang terlihat pembangunannya sepenggal-sepenggal ditelantarkan begitu saja tanpa ada perawatan dari instansi terkai. Akibatnya badan jalan terlihat banyak yang rusak.

Seperti amatan wartawan Selasa (17/11) di kecamatan Panai Hulu, tepatnya di desa Sungai Setosa dan Cinta Makmur. Diketahui jalan yang sudah beraspal tersebut pengerjaannya menggunakan dana APBD dan di kleim sebagai jalan Pemkab Labuhanbatu kondisi badan jalannya rusak dan berlobang.

Menurut Mislam (56) warga desa Sungai Sentosa, jalan aspal yang ada di desa itu dibangun 5 tahun lalu dengan panjang hampir 2 kilo meter, sejak selesai dikerjakan sampai saat ini jalan aspal itu tidak pernah dilihatnya di rawat dengan menempel badan jalan yang rusak.

“Badan jalan awalnya hanya berlobang kecil, lama kelamaan tanpa ada penempelan yang rusak, lobang semaikin besar dan kondisi jalan semakin parah saat ini hampir seluruh badan jalan yang diaspal rusak dan berlobang.”sebutnya.

Sama halnya dengan jalan aspal yang ada di Cinta Makmur, diketahui pengaspalannya dilakukan 3 tahun lalu sepanjang lebih kurang 1 km. Kondisi aspalnya terlihat sudah mengembang dan berlobang dibiarkan tanpa ada dilakukan penempelan bagian badan jalan yang mulai rusak.

Aktivis Gerakan Rembuk Masyarakat Desa (GEREM.DESA) Labuhanbatu Ridwan Nasution S.Pd saat dipinta tanggapannya berkaitan dengan perawatan Jalan yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Labuhanbatu menilai Pemkab terkesan kurang peduli dengan keberadaan aset daerah berupa jalan yang dibangun menggunakan APBD.

Dia juga mengatakan, berkaitan dengan anggaran Perawatan jalan Pemkab Labuhanbatu sudah menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, tidak mungkin aset jalan Kabupaten perawatannya tidak dianggarkan pada APBD.

“Sudahlah lanjutan Pembangunannnya lamban, jalan yang ada dibiarkan hancur tanpa ada kepedulian dari Pemkab. Sampai kapanpun kalau seperti itu pembangunan jalan tidak akan pernah selesai. Kita pinta Anggota DPRD sebagai kontrol sosial kebijakan Pemkab supaya meninjau ulang berkaitan dengan perawatan jalan Kabupaten.”tegas Ridwan. (AFH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here