MENSOS Bantu Masyarakat Perbatasan serta Galakkan KIS, KIP, PKH, KKS.

0
714

ATAMBUA (NTT)- Zonadinamika.com, Menteri Sosial Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Kamis, 27/8/15, berkunjung ke daerah perbatasan Kabupaten Belu guna memberi perhatian serius mengenai kesejahteraan sosial masyarakat yang ada di daerah perbatasan khususnya Kabupaten Belu.

Dalam sambutannya ketika mengunjungi pondok pesantren Al Mujahirin Atambua, Menteri Sosial mengatakan bahwa sebagai salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Belu, Al Mujahirin merupakan salah satu sekolah yang mampu mencetak para muslimah dan muslimin yang beretiket baik dan berbudi luhur juga menjadi contoh dan teladan buat semua masyarakat di Kabupaten Belu.

Selain itu Khofifah juga memberikan bantuan kepada anak-anak pondok pesantren serta kaum duafa (orang tidak mampu) berupa uang dan sejumlah bahan sembako. Bantuan diberikan oleh menteri sosial kepada pondok pesantren sebesar Rp.25.800.0000 guna membangun kreatifitas anak didik dipesantren serta kaum duafa.

“Saya selaku Menteri sosial memberi apresiasi kepada pondok pesantren ini, karena telah banyak menciptakan generasi yang berbudi luhur dan berwatak baik dalam semangat beragama,” Kata Indar Parawansa.

Kemudian, Ketua pondok pesantren Al Mujahirin, Kiyai Hj. Kamali, mengungkapkan terima kasih atas kedatangan ibu menteri yang selama ini telah banyak membantu kaum duafa di pondok pesantren yang ia bina, juga kepada seluruh jajaran kementerian sosial yang telah membantu berupa sumbangan dana guna membangun pondok pesantren ini.

“Terima kasih kepada ibu Menteri yang telah sudi datang berkunjung ke pondok pesantren kami, kami berharap banyak dari ibu untuk kemudian lebih giat lagi membantu kaum-kaum duafa yang terpinggirkan, semoga sumbangan serta amal ibadah ibu diterima dan diberkati oleh Allah yang maha Kuasa,” Ungkap Kiyai.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni, M.Si menyampaikan bahwa kunjungan ibu Menteri Sosial untuk memperhatikan kabupaten belu dalam mendorong kemajuan sebagai kawasan perbatasan.

Lanjut Wilem, Dalam membangun hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada di Kabupaten Belu khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. “Kami selalu mendukung kegiatan yang bernuansa Kenegaraan karena, NKRI harga mati dan yang lain mati harga,” jelas penjabat.

Selain berkunjung ke Pondok Pesantren, Menteri Sosial juga berkunjung ke Perum Bulog Atapupu guna melihat lebih dekat beras didalam gudang. Menteri juga mengunjungi garis batas RI-RDTL di Pintu Lintas Batas MOTAAIN serta Desa Silawan dengan memberi bantuan kepada kelompok masyarakat.

Juga desa Kenebibi dengan memberi bantuan dana kepada 3 kepala keluarga yang kurang mampu dengan kondisi rumah yang tidak layak huni. Tidak hanya itu, menteripun memberi pengarahan bagi masyarakat di Desa Kenebibi dan Silawan tentang pentingnya penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (Yulianus Feka).