Dua Ibu Versus Warga

0
994

PEMALANG JATENG,Zonadinamika.com. Niat kedua ibu ini sebenarnya baik dan bertujuan menyelesaikan masalah dengan jalan musyawarah melalui pihak Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah,yang bertempatkan di aula balai desa Cibelok.

Namun apa daya kedua ibu ini,Tri Lestari dan Lily warga Desa Cibelok,sangat kecewa dengan keputusan dari pihak kepala Desa yang melalui beberapa perangkatnya dan hadir pula kapolsek Taman AKP Sulamto serta Serka Ruslani selaku Babinsa setempat dan perwakilan dari koramil Taman,juga perwakilan dari kecamatan Taman Drs.Rugito.

Tri dan Lily tidak patah semangat walau mereka sebenarnya sadar dalam debat tersebut pasti akan kalah “vokal”,namun mereka pantang mundur tetap menyuarakan apa yang menurut mereka memang harus di luruskan.

Di awali dengan beberapa waktu yang lalu tembok pagar sebagai pembatas milik kedua ibu ini rusak bahkan sampai amblas dan roboh di karenakan kendaraan besar (truk bermuatan sekitar 6 Ton) melintasi gang Desa yang kebetulan rutin melintas di depan dan samping rumah mereka.

Permintaan kedua ibu sebenarnya sangat sederhana,mereka menginginkan Warsono selaku Kepala Desa bisa menyelesaikan masalah sepele ini dengan adil.Namun,lagi-lagi apa daya kedua ibu ini.Warsono sebagai Kepala Desa tidak dapat hadir dengan alasan ada rapat di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Di duga kuat ada setingan terkait kumpulnya warga Versus kedua ibu ini.”Kami tak menduga kenapa yang hadir di aula balai desa sekitar lima puluhan warga yang di dominasi oleh pria seharusnya kan hanya kita dan pihak terlapor”Ungkap kedua ibu paruh baya ini,dengan nada sangat kecewa.

Perlu di ketahui bahwa gang desa yang di sengketakan sebenarnya berukuran 220 cm.Ini berarti jalan paing kecil yang sangat tidak layak di lalui kendaraan berat melebihi 2 Ton.

Namun Demikian,berbeda pula pendapat dari AKP Sulamto sebagai mediator,yang menyatakan bahwa gang tersebut boleh saja di lalui oleh kendaraan besar,bahkan kedua ibu ini terkejut dengan pernyataan lain dari Kapolsek Taman tersebut,kenapa pagar tembok ibu kok tidak di beton saja agar kuat.

Tersudut sudah kedua ibu paruh baya ini,bahkan warga yang di duga kuat setingan tersebut bersorak kegirangan,melihat Tri dan Lily tersudut tak bisa menjawab lagi. Maklum saja,menurut penuturan kedua ibu ini bahwa pihak terlapor adalah keluarga yang mimiliki “power”,sehingga kepala desa pun di duga takut dan enggan terlibat di dalamnya.Dan hal tersebut bisa diperhatikan dalam penyelesaian dan musyawarah di aula balai desa Cibelok. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here