PT Ciptatama Griya Prima Peras dan Sengsarakan KonsumenPT Ciptatama Griya Prima Peras dan Sengsarakan Konsumen

0
830

BATAM-Zonadinamika.com. Sudah jatuh tertimpah tangga juga, pribahasa ini layak di alamtakann pada.Justar Junjungan . Mantan karyawan perusahaan telkomsel selama 5 tahun kerja .Di duga Justar Junjungan .S di paksa mengundurkan diri oleh pihak perusahaan karena sering izin untuk menjalani perobatan.

Selama menjalani rawat inap di rumah sakit Elisabeth dan rumah sakit Budi kemuliaan hampir kurang lebih 3 bulan ,segala biaya perobatan di rumah sakit di tanggung oleh pihak keluarga.Sampai berita ini di terbitkan pihak perusahaan telkomsel Batam belum berhasil di mintai keterangannya terkait status.Justar Junjungan,dasar apa dia harus mengundurkan diri apalagi dalam keadaan sakit berat.

Anehnya lagi kartu perobatan selama bekerja di PT Telkomsel sepertinya terabaikan ,hingga selama menjalani perobatan harus merogoh uang kantong sendiri ,bagaimana sebenarnya aturan UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan ?
Penderitaan semakin berkepanjangan ,penyakitpun tidak mengerti dengan keadaan keuangan,biaya rumah sakit-pun setiap hari semakin membengkak dan pihak keluarga tidak mampu lagi meneruskan perobatan di rumah sakit karena biaya sangat begitu mahal.

Di tambah belum lagi biaya pembayaran uang muka (DP)setiap bulannya ke PT Cipta Tama Griya Prima hingga menunggak 3 bulan.Dengan mahalnya segala biaya perobatan di rumah sakit sehingga pihak keluarga memilih membawanya berobat ke kampung halaman dengan menggunakan kursi roda melalui lintas transportasi laut.
Saat tim media ini melakukan konfirmasi ke kantor PT CiptaTama Griya Prima sebagai pengembang pada hari senin tanggal 24 Agustus 2015 beberapa staf kantor mengatakan “maaf untuk meminta uang yang telah di setorkan tidak dapat di kembalikan lagi.Semua sudah ada aturannya bahkan perjanjian tertulis sudah jelas di tanda tangani oleh pihak konsumen.

Sudah banyak konsumen seperti ini tetap uang muka (DP) keseluruhan tidak bisa di kembalikan lagi.Sementara sdr.Justar Junjungan .S,masih melakukan cicilan uang muka 9 kali ,atau sembilan bulan dengan total Rp.21.500.000,-,kalau kami hitung pihak perusahaan hanya bisa mengembalikan sekitar dua jutaan saja dengan rincian harga jual di potong 7,5% ,bukan di hitung dari uang yang di setorkan .Ini di berlakukan keseluruh konsumen semenjak perusahaan ini berdiri,tidak ada pemberlakuan keistimewaan bagi orang sakit ,maaf…saja bagi konsumen yang meninggal dunia masih dalam tahap pembayaran cicilan uang muka (DP) tetap di berlakukan pemotongan harga jual x7,5%.Kalau tidak percaya inilah “perjanjian “yang selalu di tanda tangani pihak konsumen di antaranya :
-1.Formulir pemesanan ini harus di tanda tangani oleh pembeli yang kemudian di paraf

-2.Seluruh data dan informasi yang di butuhkan seperti tertulis di dalam formulir pemesanan ini harus di isi dengan sebenar-benarnya dan selengkap-lengkapnya oleh pihak pembeli ,dan apabila di kemudian hari ada perubahan-perubahan atas data tersebut harus segera di informasikan secara langsung kepada pihak penjual.,apabila hal tersebut tidak di laksanakan maka seluruh resiko kerugian yang terjadi di tanggung jawab sepenuhnya dari pihak pembeli.Apabila hal ini terjadi pihak pembeli dengan ini bersedia tanpa syarat untuk membebaskan pihak penjual dari segala tuntutan pihak manapun yang menyangkut resiko kerugian atas data-data informasi yang tidak lengkap dan atau telah berubah tanpa adanya informasi maupun konfirmasi kepada pihak penjual.
-3.Apabila uang muka pertama tidak di lunasi tepat pada waktunya seperti yang di tetapkan dalam formulir pemesanan ,maka pemesanan dapat di batalkan secara sepihak oleh penjual dan untuk itu seluruh uang yang telah di bayarkan tidak dapat di kembalikan lagi dengan alasan apapun (hangus)
-4.Setiap pembayaran yang di lakukan oleh pembeli di anggap sah setelah di bayarkan pada kasir yang di buktikan dengan di keluarkannya kwitansi resmi lengkap dengan stempel perusahaan(pihak penjual)dan tanda tangan penerima pembayaran(contoh tanda tangan pada kwitansi dapat di lihat di kantor PT Cipta Tama Griya Prima).
-5.Pembayaran dengan menggunakan cek dan atau Bilyet Giro baru akan di anggap sah apabila telah di cairkan dan atau di uangkan oleh staf maupun karyawan Accounting dari pihak penjual yang di tunjuk oleh pimpinan perusahaan dan atau badan hukum pihak penjual.

-6.Apabila terjadi keterlambatan angsuran dan atau cicilan uang muka (plus kelebihan tanah ,jika ada )dan atau cicilan lainnya yang telah di sepakati bersama sebelumnya ,maka pihak pembeli dan atau pemesan akan di kenai denda keterlambatan pembayaran 0,5%perhari dari jumlah yang seharusnya di laksanakan,dan apabila ternyata keterlambatan pembayaran cicilan tersebut terjadi ,atas lebih dari satu “kewajiban pembayaran cicilan “maka perhitungan denda akan diakumulasikan terhadap seluruh denda atas seluruh “kewajiban pembayaran cicilan “yang tertunggak sampai dengan tanggal jatuh tempo”kewajiban pembayar cicilan “terakhir sesuai dengan kewajiban yang seharusnya di lakukan.

-7.Apabila keterlambatan “kewajiban pembayar cicilan “sebagaimana disebutkan di poin 6 di atas,telah melampaui waktu dan atau masa transaksi 60(enam puluh)hari berturut-turut ,maka hal tersebut secara langsung dapat mengakibatkan pembatan formulir pemesanan sehingga transaksi pemesanan akan di batalkan secara sepihak oleh penjual dengan tidak perlu adanya pemberitahuan terlebih dahulu dan seluruh pembayaran yang telah di setorkan dan atau di bayar tidak dapat di kembalikan lagi serta sepenuhnya menjadi milik dari pihak penjual.

-8.Apabila kontruksi bangunan telah mencapai 50% atau lebih ,atau telah menyelesaikan pekerjaan rangkap atap,maka pihak pembeli “tidak boleh”melakukan pembatan transaksi.Jika pembeli memohon pembatalan ,maka seluruh pembayaran yang telah di lakukan oleh pihak pembeli di nyatakan “hangus”dan tidak dapat di kembalikan lagi dengan alasan apapun.untuk kemudian menjadi hak milik sepenuhnya dari pihak penjual.

-9.Apabila pembatalan transaksi pemesanan tidak dapat di hindari oleh pihak pembeli yang di buktikan dengan telah di isi dengan dan atau di kembalikannya formulir tersebut kepada pihak penjual dan progress bangunan belum mencapai 50% maka baginya berlaku ketentuan sebagai berikut :
a.Lunas pembayaran uang muka ,maka akan di lakukan pemotongan sebesar 7,5% dari total harga
jual
b.Pembayaran uang muka belum lunas ,maka uang yang di setorkan tidak dapat di tarik kembali
atau di anggap hangus.
c.Tunai bertahap dan tunai keras ,maka akan di lakukan pemotongan sebesar 30% dari uang yang
telah di setor.
-10.Apabila pembeli tidak melakukan KPR sesuai dengan waktu yang telah di tentukan maka akan di kenakan denda Rp.1.000.000,-perbulan,dan seterusnya ,tuturnya .SS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here