Pemkab PALI Kedatangan DPRD Provinsi

0
678

PALI,Zonadinamika.com -Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI)kedatangan tamu dari provinsi Sumatera Selatan,yang Ketua DPRD Provinsi beserta Rombongan,

Direses DPRD Provinsi ini merupakan salah satu langka Pemerintah Kabupaten PALI untuk meningkatkan pembangunan,Baik Infrastruktu maun disektor lain,seperti sektor pertanian dan perikanan,dengan melalui SKPD dilingkup pemerintah Kabupaten PALI agar mengusulkan program kegiatan atau provosal tersebut diajukan ke DPRD Provinsi agar DPRD Provinsi membantu sehingga kegiatan tersebut dapat terealisasikan.

Kepala Diknas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) Drs.Abu Hanifa Mengatakan” Hasil kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten PALI melaporkan kepada bapak-bapak DPRD Provinsi Khususnya Dapil PALI,bahwa dinas Pendidikan kabupaten PALI ini membangun 11 diwilaya PALI,yakni sekolah-sekolah yang dibagun tersebut adalah SDN 14 Kecamatan Penukal Utara,tempatnya dimadu kincing, SDN 40 Kecamatan Talang Ubi di benuang, SDN 4 Talang Ubi lokasinya didesa sukadamai, SMPN 4 Kecamatan Abab lokasi Desa Karang agung,SMPN 4 Penukal Utara Lokasi Desa Tempai,dan SD,SMP lainnya diwilaya PALI,ujar Abu.

Lebih Lanjut Abu menambahkan “Kami mohon kiranya khusus masalah SMA dan SMK ini,untuk Urusan SMA dan SMK kedepan itu diambil alih oleh provinsi, maka ke 4 SMA,SMK ini akan dibangun di tahun ini,dengan Kehadiran Bapak-Bapak DPRD Provinsi khususnya dapil PALI yang telah meluangkan waktunya datang ke PALI kami harap bapak-bapak bisa untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh PALI,dan saya beritahukan lagi di PALI ini ada sekolah-sekolah yang belum ada mobilairnya,seperti SDN madu kincing,SDN tanjung baru,kiranya bapak-bapak bisa membantu kami dalam permasalahan ini.tegas Abu.

Disamping itu Camat Penukal,Junaidi,SE.Msi kami mengusulkan masalah Sungai Sebagut,kami mohon agar sungai ini bisa di Normalisasikan,dan kami tidak banyak cerita cumah “mintek enjuk”

Kami mohon kepada Bapak-bapak DPRD Provinsi dapil Pali sebab dari Kecamatan Penukal itu melewati jalan karta Dewa,kami mohon agar jembatan Karta Dewa itu “kalu pacak digunekelah”sebab jalan ini merupakan Akses penting bagi masyarakat wilaya ini,ujar Junaidi.

Kadin Dispora Kabupaten PALI juga Rusmin Nuryadin menyampaikan kenadala yang dihadapi oleh Dispora Kabupaten PALI khususnya yang akan dilakukan kami akui bahwa kami tidak berhasil membuat DED untuk dana sebesar itu,sebab Upa buat itu besar juga,dan untuk 4 desa tadi masih diverifikasi,dan kami mintak tolong agar urusan yang dihadapi kami ini bisa terealisasi dengan baik,agar dana yang suda dianggarkan tersebut berjalan sesuai dengan rencana,Ujar Rusmin.

Menangapi Hasil usulan dari pak Abu selaku kadin Diknas,itu memang benar SMA dan SMK itu diambil ali oleh provinsi,pihak kami(DPRD-Red) sekarang ini lagi mengusulkan agar setia kota/kabupaten itu membuat surat pernyataan untuk mengatasi masalah ini,Ujar Rizal Kenedy DPRD Provinsi dari komisi V.

Rizal juga mencontohkan Usulan SMK di Desa purun kecamatan Penukal,itu terkendala mengenai masala lahan,sebab SDN 9 itu diusulkan 975 jt, dengan adanya kendala sekolah ini, usulan ini ke DPRD provinsi Sumatera Selatan sehingga kami bisa bahas di Dinas pendidikan di Provinsi, dan kami utamakan, sekarang tinggal lagi provosalnya itu disampaikan ke Provinsi,katanya.

“Mengenai Mobilaer,itu bisa dialokasikan anggarannya,tinggal kita buat profosalnya,jika itu ada kita bisa programkan. Jika provosal masuk jalan”,Kata Rizal Kenedy.

Menangapi Usulan dari Kadin Dispora tadi dari Bapak Rusmin Nuryadin,” di PALI ini Suda ada dana 19,7 M, untuk bangun sarana dan prasarana Olaraga,jika ini tidak terealisasi kan sayang,dana sudah dikasi kalau tidak di manfaatkan,disarankan kepada Dispora PALI untuk berkoordinasi dengan Provinsi,Dana DED ini kita anggarkan Untuk tahun 2015,kalau tidak sempat direalisasikan oleh pemkab PALI itu sangat Rugi, sebab ditahun 2017 nanti ada porprov, itu diadakan di muara enim sebagai tuan Rumah, dikawatirkan dana ini akan di alikan ke Kabupaten muara enim, kalau pun itu suda masuk itu tinggal kiata bisa adu Argument,tegas Rizal Kenedy .

“Menurut Rizal kenedy Walau dana itu sedikit hanya 200 jt perdesa,tapi kalau sudah 10 desa itu kan besar juga,kalau dijumlahkan itu mencapai 2 Miliyar,Yang penting itu provosalnya,kalau duluh itu terkendalah masalah RAB,untuk tahun ini kalau bisa jangan ada lagi kendalah seperti ini.katanya.

Asgianto DPRD Provinsi dari Komisi IV, ia menangapi apa yang menjadi masukan dari Ketua DPRD PALI Marta Dinata,”saya sepakat mohon kepada pak Sekda agar kepala SKPD ini di Evaluasi,Kinerjanya kalau memang dia tidak mampu jangan di paksakan,kebenaran aku di komisi 4, saya harapkan peran aktif SKPD,kalau memang ada permasalahan kita sering, kita ini ada dana APBD,PRovinsi,pusat,tegas Asgianto.

Lanjut Asgianto,”Untuk DAK, itu dikelolah oleh Kabupaten sendiri,dan itu suda ada 100 Miliyar. Itu khusus Inprastruktur,itu untuk di PALI,”.ujarnya.

Nah ini usulan Camat Penukal Tadi, “Pak Camat kitek idak banyak cerita, Aku mintek proposalnye,tahun depan ikak kite akan bangun,aku usahakan, Aku disini wakil rakyat penyabung lida rakyat.aku mau kabupaten PALI ini maju,itu harapan aku”, Ujar Asgianto.

Mengenai Jembatan Karta Dewa,itu suda kami larang,itu PT.EVI yang kami Marahi,nah disitu bayak sekali preman-preman yang mintek-mintak,jadi aku harapan ketegasan dari pihak Aparat Hukum,negara kita ini merdeka,Ngape galak diatur-atur Preman,ape Aparat itu Takut galek dengan preman,jadi tolong kepada aparat hukum untuk menyelesaikan masalah ini,bukan hanya pali,muara enim jugo kayaknya aparat ini takut dengan preman.

Sebab pemalakan mobil-mobil angkutan batubara itu setiap desa ada post,yang parahnya lagi saya mendapat informasi bahwa di terminal Regional muara enim itu ada cek coin,preman mintak Retribusi dengan Mobil Batubara,yang Ane itu dinas perhubungan Diam,ape yang dinas itu dapat jata dari situ,aparat juga cak itu mungkin,kalau tidak ada jatanya mana mungkin preman berani,jadi harap ini tugas aparat Hukum,bilah perlu tangkap,tegas Asgianto.

“Saya juga tegaskan sekali lagi Jembatan Cinta kasih insak Allah tahun 2016 dibangun.katanya.

Jika Kepala SKPD tidak mampu jangan dipaksaan, jangan oknum-oknum yang tidak bertangung jawab,lembaga yang disalahkan,yang penting itu komunikasi,ini idak banyak masyarakat PALI ikak Ngomong Sulit nia Nemui kepala Dinas di PALI ini,na inilah yang Rusak itu.tegas Asgianto.

Eni Zatila kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI menyapaikan programnya,Untuk Pelayanan kesahatan,Untuk RS pratama di PALI sekarang suda mulai pelaksanaan, Nah kalau masalah tehnis itu kami serahkan langsung ke Dinas PU Cipta Karya.ujar Eni zatilah.

“Untuk kegiatan ke depan, RSUD Kabupaten PALI sekarang ini sudah dianggap tidak layak lagi,kita lihat saja Dari kondisi alatnya saja tidak memungkinkan lagi,dan Penampung limbahnya juga tidak layak,jadi kami mohon agar masalah ini bisa dibantu dan dianggarkan melalui provinsi.papar Eni zatilah.

Menurut Eni Zatilah perlu diketahui di PALI ini khusus untuk Inprastruktur kesehatan di 76 desa, keluaraan di PALI,sekarang ini kita ada 55 puskes,jadi kalau ini kita biarkan bagaimana kita mau memberikan pelayanan yang maksimal,sarananya saja kurang,kami mohon Kalau memungkinkan mengenai penyedian inprastruktur tersebut kami siap menyediakan provosalnya,sebab di Tahun 2014 yang lalu,dari hasil Audit tahun 2014,untuk pelayanan Jamkes itu dianggarkan 6 Miliyar, ternyata masyarakat kita mengunakan jamkesmas ini ternyata 10 Miliyar, jadi kita ketutupan 4 Miliyar ditahun 2014 itu,Ujar Eni zatilah. Kadin deinkes.(PN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here