Kepala Desa Kabuna Bersama GMNI Bangun Kemitraan dengan Masyarakat Lewat Budaya

0
705

ATAMBUA-Zonadinamika.com, Dalam Materi Pelayanan Pemerintah Desa yang dibawakan oleh Kepala Desa Kabuna Ruben F. Gonsalves saat kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Atambua Angkatan ke II Kamis, 13/8/15 Di Aula Desa Kabuna, menurutnya bahwa suku suku asli orang Belu yakni suku Melus kemudian suku ini bergeser ke pedalaman dan digantikan oleh pendatang, kaitannya dengan hal tersebut artinya bahwa masyarakat Belu menjadi terbelakang akibat ketidakmampuan dari segi intelektual yang disadari masih minim.

Kendatipun demikian, dirinya sebagai Kepala Desa menampik keras argumen tersebut dengan mengembalikan kearifan lokal yang selama ini menjadi beku akibat kemerosotan moral yang dipicu oleh arus globalisasi.

“Saya selaku Kepala Desa Kabuna, mencoba untuk membuat hal-hal baru dengan merevolusi mental masyarakat melalui sistim gotong-royong, sebab dengan kerjasama yang baik antara tiap elemen yang ada di masyarakat maka alhasil apa yang dicita-citakan bersama dapat kita capai,” Kata Ruben.

Selain itu, Ia selalu bekerjasama dengan pemerintah dalam berbagai bidang demi memasyarakatkan manusia di Desa Kabuna, kerjasama yang dilakukan olehnya yakni dalam bidang politik dengan memberi pandangan politik secara menyeluruh ke masyarakat.

“Kami selalu mengundang dari pihak Pemerintah yakni Kesbangpol Kabupaten Belu dengan memberi binaan di bidang politik selama 2 hari dalam seminggu,” Ungkapnya.
Menurut Ruben, Keadaan Desa Kabuna dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Desa Kabuna yang masih minim dan dari segi ekonomi, mayoritas masyarakat desa kabuna adalah petani.

Untuk itu, selama ini pihaknya telah menerima bantuan dari pemerintah lewat dana desa, bidang yang diberdayakan yakni lewat tenun ikat ada 12 kelompok yang dibimbing selama 1 bulan oleh pemerintah dan dibidang peternakan ada 6 kelompok, 5 kelompok ternak besar dan 1 kelompok Babi.
“Kelompok Anggur merah ada 45 kelompok, awalnya 200 orang, sekarang anggota sekitar 400 orang”, Jelas Dia.

Dibidang pertanian, potensi unggulan desa Kabuna yakni holtikultura dan palawija sekitar 210 ha dari 40 kelompok tani, desa kabuna termasuk pemasok sayur terbanyak di Belu.

“Biasanya musim tanam setelah selesai panen jagung, dilanjutkan dengan panen sayur, hasil unggulan desa kabuna yakni terong, pria, tomat, sawi, buncis dan kacang panjang,” Ungkapnya.

Untuk bidang sosial budaya, kebiasaan gotong-royong sangat tinggi dengan budaya yang masih sangat kental, swadaya dana murni dari masyarakat desa sebanyak 1 milyar guna membangun Paroki Haliwen, kegiatan jumad bersih dimulai dari tingkat RT sampai kantor desa dengan rasa saling menghargai.

“Dari tingkat SD diajarkan tarian kikit yang menjadi ciri khas Desa Kabuna dan pernah mewakili kecamatan dalam berbagai perlombaan ditingkat kabupaten sehingga di desa kabuna tarian ini sekarang dipakai saat acara adat dan rohani,” Sergah Dia.

Lanjut lagi, kearifan lokal yang dibangun oleh Ruben lewat budaya memakai sarung selalu ditanamkan kepada masyarakat Desa Kabuna saat acara kerohanian dan acara adat dan saat melayat maupun ke gereja.

“Setiap PNS yang ada di Desa Kabuna setiap hari Sabtu wajib memakai tenun tais yang wajib, selain itu dana APBD Kabupaten Belu Anggarkan khusus budaya,” katanya.
Dalam bidang keamanan, pihak desa melibatkan polisi, tentara untuk membina linmas dan pemuda.

desa kabuna memiliki pamong keamanan yang setiap minggunya mengunjungi dusun-dusun, dan setiap kepala dusun wajib laporkan situasi keamanan, setiap permasalahan diselesaikan secara adat, laporan ditarik kembali dari polisi dengan sangsi denda adat. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here