Kunker DPD RI Ke Batam ,Tidak Mempengaruhi Maraknya TKI Ilegal

0
972

BATAM-Zonadinamika.com. Meski beberapa bulan yang lalu anggota DPD RI pusat melakukan pembahasan bersama penyalur TKI di seluruh kota Batam bertempat di gedung Pemko Batam sepertinya tidak membuahkan hasil.

Dari investigasi yang di lakukan awak media ini di seputaran pelabuhan Internasional Batam Centre pemberangkatan para TKI Ilegal masih berjalan terus bahkan secara terang-terangan.Mudus operandi pemberangkatan TKI Ilegal dari pelabuhan internasional Batam Centre bukanlah hal yang di rahasiakan lagi hanya saja sepertinya kurangnya peranan pemerintah maupun jajaran lembaga penegak hukum untuk memerangi sindikat perdagangan manusia seakan-akan saling melempar tanggung jawab dari masing-masing instansi.

Berapa ribu juta jiwa tenaga kerja Indonesia setiap tahunnya bahkan rata-rata di bawah umur di perdaya dan di iming-iming akan memperoleh gaji besar dari penyalur TKI ilegal.Hanya saja kita kembali bertanya kepada para rombongan DPD RI beberapa bulan yang lalu ke kota Batam,sejauh mana keseriusannya untuk mempersempit jalur ruang lingkup bahkan menutup pintu pengiriman TKI ilegal keluar negeri hingga menangkap aktor dalang di balik semua ini.

Fuji salah satu calon pekerja TKI di malaysia hendak mau berangkat hari Rabu tanggal 12 Agustus 2015,saat di konfirmasi awak media ini di pelabuhan Sekupang menuturkan “Kalau prihal untuk tenaga kerja di luar negeri khususnya Malaysia rata-rata orang indonesia menggunakan paspor biasa.Karena untuk keberangkatan dan hingga ke negara tujuan pihak tekong (pemilikkapal )dengan petugas di Malaysia sepertinya selama ini sudah berkordinasi.

Berbeda dengan di Singapore pemeriksaan di pintu kedatangan semua serba ketat ,apalagi masih di berlakukan wawancara menanyakan tujuan kedatangan dan berapa lama serta berapa uang tunjuk yang di bawa.Kalau kami berangkat ke Malaysia biasanya dengan cara rombongan ,ada yang melalui pelabuhan Internasional Batam Centre ,pelabuhan Sekupang ,dan pelabuhan Nongsa bahkan banyak juga di berangkatkan melalui pelabuhan tikus pada malam hari.

Tetapi keberangkatan para TKI pada awalnya kebanyakan melalui pelabuhan resmi dengan menggunakan paspor biasa/wisata di pandu para penampung TKI dari pelabuhan Batam hingga di pertemukan dengan Ejen di Malaysia sebagai pemberi kerja.

Hanya saja perjalanan tidak semulus yang di harapkan,harapan berbalik menjadi kehancuran ,janji semula berubah,pekerjaan apapun yang di berikan pihak ejen harus di jalani meski bertolak pada batin kita sendiri demi untuk kebutuhan hidup,sebab ruang gerak para calon TKI di penampungan di tutup apalagi semua paspor di tahan.Tidak jarang para calon TKI yang di pekerjakan oleh ejen banyak yang melarikan diri dan mencari pekerjaan lain ,hingga pulangnya ke Indonesia harus melalui jalur pelabuhan tikus.

Awak media ini kembali lagi melakukan investigasi di pelabuhan Internasional Batam Centre pada hari kamis tanggal 13 Agustus 2015 salah satu calon TKI ilegal berisial Meri hendak berangkat ke Singapore saat di konfirmasi menerangkan “Saya berangkat ke Singapore bukan untuk wisatawan melainkan untuk bekerja.

Banyak orang Indonesia bekerja di Singapore menggunakan paspor biasa ,hanya saja ketergantungan uang tunjuk kita dan berapa lama di gunakan disana .Memang sih…kalau di tanya di imigrasi Singapore mau ngapain…ya kita harus jawab mau belanja.

Biasanya kalau uang tunjuk sudah ada rekanan yang menyediakan dari pelabuhan keberangkatan di kenakan bunga 10% dengan sistem saat berangkat uang Dollar Singapore di berikan sesudah lewat pemeriksaan di pelabuhan keimigrasian Singapore uang tersebut kita kembalikan kepada orang Indonesia yang di tempatkan di Singapore.
Kalau masalah pekerjaan di Singapore itu orang kita Indonesia banyak menjadi “Ejen “tergantung kita yang memilih apakah untuk pembantu rumah tangga ,pelayan rumah makan,kerja di kafe dan lain-lain semua serba ada.

Ejen orang Indonesia sangat banyak di Singapore apakah itu resmi atau tidaknya kami tidak tau yang penting kami di pekerjakan setiap tiba di sana.Kalau cara hitungan penggajiannya(pembantu rumah tangga) rata-rata paling sedikit satu tempat 4 jam di bayar 50 Dollar Singapore,20 Dolar untuk Ejen dan 30 Dollar untuk kami.

Setiap hari kami bekerja paling sedikit di 3 tempat ,dengan rata-rata 4 jam ,berarti dalam satu hari itu kami menghasilkan 90 Dollar Singapore kalau itu di rupiahkan sudah berapa nilai uangnya.Makanya tidak heran lagi kalau di tempat hiburan malam seperti kafe dan kasino di Singapore hampir 99% orang Indonesia pekerjanya karena bukan gaji saja yang di harapkan adanya servis dari para tamu di sana .tuturnya pada media ini.

Sudah sepatutnya pemerintah Indonesia memperhatikan nasib ribuan para tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri khususnya di Malaysia dan di Singapore.Apalagi dengan adanya kunjungan ketua komite III DPD RI Ardi S Hood bersama rombongan ke kota Batam beberapa bulan yang lalu melakukan pembahasan terkait nasib para TKI/TKW ,hendaknya menjadi di proritaskan ,bukan malah di biarkan.

Hingga sampai saat ini pengiriman TKI ilegal masih terlihat leluasa dari berbagai pelabuhan serta bandara Hang Nadim di kota Batam,lalu siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap nasib TKI ? SS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here